Islam Nusantara dan Tokoh Kristen yang Pendekatan Dakwahnya Meniru Wali Songo


Penulis: Moh Syahri


Atorcator.Com – Bukan main, munculnya Islam Nusantara yang dicetuskan oleh Nahdhatul Ulama sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat ilmuan muslim menengah ke atas dan ke bawah.


Perdebatannya sungguh sangat ironis dan miris ketika perlawanan itu muncul dari ilmuan muslim kalangan menengah ke bawah yang tak paham dengan konsep Islam Nusantara.


Sekalipun sudah diterangkan berkali-kali oleh ilmuan muslim KH. Nadirsyah Hosen dan para intelektual muslim lainnya dengan berbagai macam logika tak mampu membuat mereka bisa menerima dengan Islam Nusantara. Bahkan bisanya cuma ngiyel, nyinyir dan menjelek-jelekkan.


Sebenarnya mereka sudah bungkam seribu bahasa, tapi enggan mengakuinya, maju kenak mundur kenak. Itulah yang terjadi pada perdebatan yang sudah berlalu.


Islam Nusantara tidak jauh beda dengan konsep dakwahnya Wali Songoongo. Wali Songo Mengunakan pendekatan tadrij (bertahap). Wali Songo menyesuaikan dengan adat dan budaya masyarakat sekitar. Bahkan, tidak jarang adat istiadat masyarakat setempat secara lahir bertentangan dengan Islam, tapi namanya strategi. Ia mencontohkan, mereka dibiarkan minum toak, makan babi, atau memercayai para danyang, namun secara bertahap, perilaku mereka itu diluruskan.




Kemudian Wali Songo juga menggunakan pendekatan adamul haraj (tidak menyakiti). Para wali, membawa Islam tidak dengan mengusik tradisi mereka, bahkan tidak mengusik agama dan kepercayaan mereka, tapi memperkuat dengan cara yang islami. Mereka menganggap kekayaan terhadap budaya, etnis, bahasa adalah anugerah yang diberikan Allah Swt. Kekayaan alam yang diberikan-Nya untuk Nusantara patut disyukuri dengan melestarikan dan dikembangkan. Itulah sebab, budaya serta adat dan istiadat masih melekat pada masyarakat Indonesia saat ini.



Kehadiran Islam Nusantara memang menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat muslim Indonesia karena konsep yang dibangun berlandaskan Islam rahmatan Lil alamin bukan Islam rahmatan Lil Muslimin.


Bagi saya Islam Nusantara sudah final, sangat relevan dengan kondisi masyarakat Islam Indonesia. Jika masih ada yang  memperdebatkan biarkan saja. Sebab mereka bukan tidak paham tapi sok tidak paham saja.


Lebih baik menasehati orang yang nggak paham dari pada orang yang sok paham tapi ngiyel dan pura-pura nggak paham.


Baca juga: Kenapa Lebih Mudah Jadi Muslim daripada Jadi Manusia

Munculnya Islam Nusantara, membuat saya berpikir jika ada Islam Nusantara Perlukah ada Kristen Nusantara? Banyaknya penganut agama Kristen Indonesia menduduki posisi kedua dari penganut agama Islam.


Sebenarnya ini bukan ranah saya, dan saya tidak akan masuk ranah privasi agama orang lain. Secara spesifik saya tidak paham dengan agama Kristen tapi secara umum saya tau seperti apa agama Kristen, mulai dari teman-teman saya yang sering sharing tentang ajarannya bahkan sering diskusi tanpa harus mempersekusi dan saling mengajak.


Saya sempat tersentak kagum ketika teman saya bercerita bahwa ada tokoh Kristen yang pendekatan dakwahnya meniru Walisongo, sampai gerejanya dikatakan masjid.


Mungkin ada upaya untuk menjadikan agama Kristen sebagai Kristen Nusantara, hiya hiya

Related Posts