Humor Gus Dur: Pak Amin Rais Cuma Baca Kata Pengantarnya Saja

fbshuniyya
 
Penulis: Shuniyya Ruhama
(Pengajar PPTQ Al Istiqomah Weleri-Kendal Murid Mbah Wali Gus Dur)
Atorcator.Com – Pada tahun 2010 ada acara bedah buku yang ditulis oleh Mbak Hanum Rais, putri dari Bapak Amin Rais. Buku tersebut menceritakan tentang kehidupan Mbak Hanum sebagai putri dari salah satu tokoh Nasional. Diadakan di Gramedia Matraman Jakarta.
Diceritakan oleh Mbak Hanum, peran Bapak Amin Rais yang waktunya hanya tersisa sedikit untuk keluarga karena lebih banyak dihabiskan untuk kepentingan akademis, bangsa dan negara. Namun, beliau memberikan teladan luar biasa. Bagaimana membangun kemandirian, kepedulian sosial, sekaligus mengukuhkan jiwa relijius bagi keluarganya.
Dalam sesi tanya jawab, Shuniyya yang waktu itu hadir sebagai Jurnalis mewakili Majalah Guruku menyampaikan juga salam hormat kepada Bapak Amin Rais yang telah menjadi inspirasi banyak sekali generasi muda pada masa itu. Tak lupa Shuniyya ikut menyinggung langsung di hadapan beliau, dialog yangpernah Shuniyya (SR) tanyakan tentang Bapak Amin Rais kepada Mbah Wali Gus Dur (GD). Waktu itu Mbah Wali Gus Dur rahimahullah sudah berpulang pada tanggal 30 Desember 2009.

SR: “Gus, antara Pak Amin Rais dengan njenengan itu siapa yang lebih banyak buku referensinya?”

GD: ” Jelas lebih banyak saya”, jawab Mbah Wali santai. Beliau menghela nafas sebentar kemudian melanjutkan.

GD: ” Pak Amin Rais itu kan bacaannya banyak karena kalau baca buku, yang dibaca cuma kata pengantarnya saja”..

hahahaha Shuniyya (dan hadirin di Gramedia Matraman ketika diceritakan di sana) tertawa.

SR : “Lha kalau Gus Dur?”

GD: “Kalau saya cukup daftar isinya saja”

Gubraaak… Hahahaha Mbah Wali ada-ada saja… Seluruh peserta seminar pada waktu itupun ikut tertawa semua.

Shuniyya menangkap wajah Pak Amin Rais memerah. Tapi beliau mencoba untukmtenang. Beliau pastinya paham kalau sedang dijadikan bahan gurauan oleh Mbah Wali Gus Dur. Dalam sesi jawaban, Pak Amin Rais menjelaskan:

“Saya dan Gus Dur itu sahabat karib. Sudah sangat dekat seperti saudara. Sebenarnya pemikiran kami berasal dari sumber yang sama. Tapi ibarat as roda, walau titik pusatnya sama, kalau ditarik garis, semakin panjang jadi tampaknya semakin besar bedanya. Padahal sebenarnya tidak demikian”

Baca juga
 
 
 

Related Posts