Sering Curhat Malah justru Menambah Masalah

motivasi diri



Oleh: Redaksi


Siapapun tanpa terkecuali, baik perempuan maupun laki-laki pasti pernah mencurahkan isi hatinya kepada seseorang alias curhat. Sekalipun motif curhatnya berbeda-beda.


Plat form media sosial cukup signifikan dijadikan pelampiasan kegelisahan isi hati. Melalui story WA, Instagram, Facebook, Twitter dan lain-lain.


Kalau perempuan mungkin agak sedikit lebay, bahkan cenderung diulang-ulang dan anehnya dia nggak bosan-bosan. Seperti itulah perempuan. Beda dengan laki-laki yang biasanya cukup sekali, selesai.


Apalagi urusan putus cinta, urusan rumah tangga, crash dengan teman, kerabat,  sampe hal-hal yang seharusnya tidak perlu dibaperin malah justru jadi semakin digoreng dalam curhat.


Tapi nggak papa, namanya juga perempuan yang sedikit-sedikit menohok ke perasaan. Beda dengan laki-laki yang kebanyakan menohok ke akal, walaupun kadang juga banyak bulshit-nya.


Nah, menurut Samantha Boardman, instruktur klinis dalam psikiatri, terlalu sering curhat ternyata juga tidak baik dan justru bisa menambah masalah.


Berdasarkan penelitian, keluhan yang berlebihan dan menceritakan masalah pribadi dengan orang lain secara berulang, ternyata dapat meningkatkan stres, terutama pada mereka yang memang sudah merasa sedih.


Kemudian Samantha bercerita, dirinya pernah memiliki pasien yang hubungan dengan ibu mertuanya tidak baik. Dia terbiasa menghabiskan waktu berjam-jam untuk membahas sikap mertuanya itu dengan sahabatnya. Namun, setelah lama melakukan hal tersebut, baru disadari bahwa dia justru lebih sering merasa marah dan frustrasi.


Meski hati bisa merasa lebih lega setelah curhat, Samantha mengingatkan kalau curhat juga sebenarnya dapat memperkuat perasaan negatif. Semakin banyak Anda berpikir atau berbicara tentang suatu masalah, maka masalah itu justru akan semakin terus teringat. Anda seperti menambah bahan bakar ke api yang sedang berkobar.


โ€œLain kali Anda merasa ingin curhat, cobalah fokus pada pemecahan masalah atau berbicara tentang sesuatu yang lain sama sekali. Juga, awasi waktu. Jika Anda menghabiskan lebih dari 15 menit untuk curhat, maka itu tanda untuk melanjutkan ke pembicaraan lain,โ€ begitulah saran Samantha.

Related Posts