Bagian (1) Indonesia Sudah Khilafah

fbshuniyya


Penulis: Shuniyya Ruhama

(Pengajar PPTQ Al Istiqomah,Weleri-Kendal, Murid Mbah Wali Gus Dur)


Atorcator.Com – Menurut Prof. Mahfud MD, Indonesia sudah termasuk berbentuk Khilafah. Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim. Dan di negeri ini dari mulai Presiden hingga RT juga mayoritas dipimpin oleh kaum Muslimin. Jadi kalau ada yang mau mengubah Indonesia menjadi Khilafah, patut dipertanyakan: Khilafah apa lagi?

Begini penjelasan sederhananya. Khilafah yang dimaksud oleh Professor kita tentu saja bukan seperti definisi Khulafaur Rosyidin al Mahdiyyin secara letterlijk. Tapi bentuk pemerintahan yang berlaku secara umum.

Sebab pasca pemerintahan 4 sahabat utama Nabi Muhammad SAW itu, para pemimpin yang notabene adalah para Raja, mulai dari Dinasti Umayyah hingga Dinasti Turki Utsmani umumnya mengklaim dirinya sebagai kholifah dan dilegitimasi oleh ulama dan kaum Muslimin di masanya.

Mari kita simak sejarah yang nyata, fakta, tidak bohong:

Ketika Dinasti Abasiyah berdiri pada saat yang sama berdiri juga Dinasti Umayyah Cordova, Dinasti Mamluk dan Dinasti Fatimiyah.

Begitu juga ketika Turki Utsmani di puncak kejayaannya, masih berdiri juga Kerajaan-kerajaan Islam di seantero belahan dunia termasuk kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara yang merdeka dan berdaulat.

Ada Kerajaan Aceh Darussalam, Kerajaan Palembang Darussalam, Kerajaan Mataram Islam, Kerajaan Banten, Kerajaan Makassar, Kerajaan Ternate, Kerajaan Tidore, Kerajaan Pontianak, Kerajaan Banjar dan berbagai Kerajaan Islam lainnya.

Setelah masa Kerajaan Turki Utsmani tumbang, negeri Umat Islam di seluruh dunia hampir semuanya menjadi negeri jajahan imperialis Barat atau menjadi negeri protektorat. Tidak ada satupun yang benar-benar merdeka 100%. Artinya, kondisi secara global berbeda.

Pasca Perang Dunia II, semua negara Muslim yang berdiri pada masa itu (hingga kini) baik menyebut dirinya Negara Islam atau Negara Demokrasi atau sejenisnya, tetap menggunakan konsep Negara Bangsa. Termasuk di dalamnya ialah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kemudian, satu persatu Kerajaan-kerajaan Islam mulai mengubah dirinya menjadi Negara. Hanya sedikit sekali yang tersisa tetap menjadi Kerajaan.

Dan yang tetap menjadi Kerajaan juga tidak berfungsi sebagai Kerajaan seperti pada masa lalu, melainkan sudah menjadi Monarkhi Konstitusi, bukan lagi Monarkhi Absolut.

Hal ini membenarkan nubuwat Kanjeng Nabi Muhammad SAW dalam Hadits Kanzul Umal pada Bagian Kitabul Imaroh di sana dijelaskan, โ€œ Setelah Jaman Kenabian Nabi Muhammad SAW, Umat Islam akan dipimpin oleh Khulafaur Rosyidin Al Mahdiyyin, setelah itu masa Kerajaan, setelah itu masa Keamiran hingga hari kiamatโ€.

Masa Khulafaur Rosyidin dan masa Kerajaan telah selesai, saat ini masuk masa Keamiran. Jika bentuk pemerintahan Islam bisa disebut sebagai bentuk khilafah, maka jangan pernah ragu lagi, dengan segala kekurangan yang ada maka kita harus yakin bahwa NKRI tercinta ini juga sesungguhnya merupakan khilafah.

Barangkali tidak banyak diantara kita yang tahu, bahwa Guru Mulia Kita Simbah Kyai Haji Abdul Wahab Hasbullah ketika mengemban amanah sebagai Rois Am NU masa khidmah 1947-1971 secara tegas memberikan gelar kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno sebagai: “WALIYUL AMRI DLORURI BISSYAUKAH.”

Jadi, kita tidak perlu bingung, tidak perlu bimbang. Indonesia memang bukan bentuk ideal sebagai sebuah pemerintahan. Tapi NKRI adalah yang terbaik yang bisa kita usahakan saat ini. Jangan sampai mau diprovokasi membubarkan negeri tercinta ini, hanya untuk membentuk khilafah Islamiyah yang periodenya sudah berakhir.

Masalah Imam Mahdi pemersatu Umat Islam? Itu bukan porsi kita gagah-gagahan mempersiapkan kedatangannya. Itu urusan umat Islam kelak akhir zaman, akan kita bahas berikutnya.

Yang paling urgent saat ini ialah kita perangi saja kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Kita jadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju. Bersatu padu, bergandengan tangan dengan sesama anak bangsa. Apapun sukumu, apapun agamamu, apapun golonganmu, kita adalah satu: Keluarga Besar Bangsa Indonesia.

Related Posts