Berbeda, Tidak Harus Berbeda Pilihan, Sama Pilihan Pun Juga Bisa Berbeda - Atorcator
Latest Update
Fetching data...

Sabtu, April 20, 2019

Berbeda, Tidak Harus Berbeda Pilihan, Sama Pilihan Pun Juga Bisa Berbeda


Penulis: Halimi Zuhdy
 (Khadim PP. Darun Nun Malang)

Atorcator.com - Indahnya pelangi, bukan karena menebar wangi, tapi warna-warni yang mengitari

Warna hijau hanyalah pilihan, maka janganlah terlalu fanatik pada hijau, bunga yang indah, warnanya jarang yang hijau. Indahnya bunga, merah yang merekah. Hijau bukan hanya PKB, ada PPP dan PBB. Dan hijaunya mereka kurang  begitu riang, bila tak ada kontestasi lain, merah misalnya, seperti: PDI, PG, PSI dan PKPI. Atau Partai Lainnya, dengan warna yang berbeda. Maka, menjadi indah, bila bendera partai itu berkibar bersama.

Jangan pula terlalu mati-matian membela merah, ia pun rasa hati, manusia takut melihat warna peduh darah yang memerah, perang jadi pilihan. Butuh warna kuning, tuk membau masa tua.

Tapi, janganlah terlalu pongah pada kuning, kebanyakan yang keluar dan membau keluar dari diri manusia dan hewan adalah warna itu, nikmatilah kuning sebagaimana ia menikmati menjadi dedaunan yang akan menua.

Jangan pula kau terlalu bangga, walau biru selalu di atas langit, biru pun kadang menghempaskan perahu di lautan menjadi karam. Biru itu pilihan warna, ia tak indah kalau tak pernah ada awan putih yang mengitarinya.

Putih pun, janganlah kau sombong dan sok suci, putih itu tak pernah indah, jika mata hanya dipenuhi warna itu, seperti kematian yang menjemput, pada nafas terakhir pun warna itu yang membungkusnya. Benar, kau harus suci putih bersih, tapi ingat, kau tak pernah putih, jika hitam tak pernah ada, dan kau dapat melihat dunia, karena dalam matamu hitam yang membayang.
Kau pun jangan terlalu bangga dengan hitam, walau setiap bulu dan rambutmu menghitam, tapi hitam itu selalu dianggap jelek, karena gelap, tapi dalam gelap itulah kadang keindahan untuk bersembunyi dari musuh yang menyerang.

Hidup hanyalah pilihan warna, dan warna itu pun adalah dasar dari pemberian Tuhan, lihatlah kulit yang tak sama, ada; hitam, kuning, coklat, sawu matang, dan lainnya.
Selalu nikmatilah perbedaan, walau kadang kita tidak suka tuk berbeda, apakah kau mau hidup sendirian di dunia?.

Berbeda butuh hati yang lapang, karena nafsu lebih suka tuk menyatukan rasa, lupa berbagai rasa itu nikmat yang tak terhingga.
Berbeda mazhab, partai, haluan. Berbeda negara, kampung, pendidikan, jenis dan lainnya adalah keindahan.

Indah itu tidak harus sama, cantik itu juga tidak harus menyatu, perahu bisa bergerak karena ada yang menjadi nakhoda, gelombang, angin, dan ada pula yang jadi dayungnya.

Kalau Allah Menghendaki, niscaya kamu Dijadikan- Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak Menguji kamu terhadap karunia yang telah Diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.”(Al-Ma’idah 48)

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok).”(Al-Hujurat 11)

Bersatulah walau kadang berbeda, satu bukan sama. seperti, menyatunya lidi yang berbeda.
Dan janganlah takut berbeda, kelahiran manusiapun sudah tak pernah sama.

Menghargai pilihan orang lain, bukti ia sudah dewasa. Mencela pilihan orang, bukti keangkuhan dalam dirinya. Bukankah, Allah sudah memberikan setiap warna untuk dipilih. Kalau, merasa pilihannya terbaik, dan ingin orang lain mengikutinya, ajaklah dengan kalimat baik (Balligh, menyampaikan), bukan mencela, apalagi menghina, dan memaksa.

Sumber; Facebook Halimi Zuhdy