People Power Amien Rais, Cara Mudah Menangkis Kalah

Tagar

Penulis: Nurbani Yusuf
(Komunitas Padhang Makhsyar)

Atarcator.Com – Kalau nanti terjadi kecurangan–kita nggak akan ke MK (Mahkamah Konstitusi). Nggak ada gunanya. Tapi kita People power. People power itu sah—Amien Rais




Kalau setiap kubu capres menganggap bahwa setiap kekalahan adalah kecurangan yang dilakukan lawan–maka tunai sudah. Pilpres kita sudah slesai tidak ada gunanya lagi. Para peserta pesta demokrasi sudah tak lagi mau menggunakan cara konstisional, dan lebih percaya pada kekuatan keroyok masa. Inilah : moob-crasi, demokrasi bukan musyawarah untuk mufakat, tapi mufakat untuk keroyok sebagai satu satunya cara menyelesaikan masalah.


Chaos tinggal menunggu waktu. Kekacauan apalagi yang bisa memecah bangsa selain kekacauan menolak hasil pemilu. Kecurangan diindikasi dengan kalahnya capres yang di usung. Memangnya lawan adalah kecurangan. Semua lembaga konstitusi tak ada lagi yang dipercaya. Ruwanda, Jiboutii, Sudhan adalah contoh buruk pemilu yang gagal. Dan umat Islam yang berada di dua kubu akan saling bertarung.


Inilah yang kerap saya bilang bahwa Pilpres th 2019 itu tidak penting, tidak ada gunanya. Buang biaya, waktu juga energi–belum lagi resiko perpecahan dan pertumpahan darah sesama anak bangsa.




Jika ancaman Prof Amien mengerahkan People Power sebagai WARNING agar siapapun tak boleh curang–saya sangat setuju. Dan itu seharusnya agar pesta demokrasi berlangsung natural dan jujur sehingga di dapat suara Tuhan yang alamiah tanpa rekayasa.


Tapi jika ancaman itu hanya semata tak ingin calon yang di usung tak boleh kalah–ini soal lain. Jika demikian, kebenaran adalah capres saya harus menang. Kekalahan adalah kecurangan yang harus dilawan–maka demokrasi telah mati. Suara rakyat tak lagi butuh–sebab nafsu berkuasa telah membenam konstitusi yang dijunjung semua.


Jika KPU, BAWASLU dan MK sudah tak lagi dipercaya maka sebaiknya  Pilpres dihentikan mulai sekarang. Gunakan saja revolusi atau People Power untuk merebut kekuasaan. Bukankah Pilpres juga salah satu cara untuk mengganti kekuasaan. Revolusi mungkin lebih murah dan efektif daripada Pilpres yang sudah tak lagi dipercaya… lantas siapa yang haus kekuasaan … ?


Saling percaya itu penting. Dan semua telah bersepakat, bahwa Pilpres adalah satu cara untuk mengakhiri selisih. Siapapun yang kalah harus legowo. Rakyat sudah menentukan pilihan tak perlu lagi ada kata curang atau apapun yang tak bisa dibuktikan … Tuhan memberikan kekuasaan dengan cara yang dikehendaki bukan dengan cara yang kita kehendaki ..
Wallahu taala a’lam


@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar


Baca juga



Amien Rais: Menyebut Jokowi Sebagai Sumber Nestapa di Indonesia



Related Posts