People Power dan Akhir Dinasti Fir'aun - Atorcator
Latest Update
Fetching data...

Selasa, Mei 21, 2019

People Power dan Akhir Dinasti Fir'aun

Ilustrasi Foto (Demo KPU)
Penulis: KH. Dr. Miftah el-Banjary, MA

Atorcator.Com - Di tengah kepongahan Fir'aun yang memerintah Bani Israel dengan penuh tekanan aturan perundangan yang tidak adil serta hanya berpihak pada kepentingan elit dan bangsa Qibtyan, akhirnya memunculkan perlawanan rakyat yang dibangkitkan oleh Musa sebagai simbol perjuangan kebenaran.

Kekuasaan Fir'aun mulai goyah, disebabkan muncul ketidakpercayaan rakyat terhadap pemimpinnya. Nabi Musa memimpin "People Power" sejumlah 600.000 orang Bani Israel untuk meninggalkan Mesir menuju negeri Kan'an di Yerussalem.

Fir'aun tidak rela ada perlawanan yang kelak menumbangkan kekuasannya, akhirnya dia mengejar kekuatan rakyatnya sendiri dengan mengarahkan bala tentara yang terdiri dari pasukan elit kereta perang, pasukan berkuda, pasukan penombak dan pemanah hingga ke tepi Laut Merah. Apa yang terjadi kemudian?

Fir'aun memaksakan ambisinya, hingga Allah menentukan akhir dari dinasti Ramses II itu dengan cara menenggalamkan dia dan pasukannya di tengah dasar Laut Merah secara mengenaskan. Fir'aun tewas beserta kesombongannya.


Maka pelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya adalah jika seorang penguasa memaksakan melawan "People Power" dari rakyatnya sendiri, maka hukum sunatullah dia akan dihancurkan oleh kesombongannya sendiri. Sejarah pasti berulang.

  • KH. Dr. Miftah el-Banjary, MA Penulis National Bestseller | Dosen | Pakar Linguistik Arab & Sejarah Peradaban Islam | Lulusan Institute of Arab Studies Cairo Mesir.