Ketika Petani Harus Kehilangan Tanah Sebagai Fasilitas Ibadahnya



Penulis: Moh. Syahri



Atorcator.Com – Mungkin sudah banyak orang yang mengetahui namun tidak semuanya bisa menyadari bahwa petani adalah sosok pahlawan, pejuang dan benteng pertahanan sebuah Negara. Saat ini yang nampak dan cukup banyak yang bersuara yang seolah-olah menjadi pahlawan ketika harus dihadapkan dengan persoalan agama dan politik.


Sementara, isu-isu strategis, seperti isu-isu agraria yang melibatkan masa depan petani yang sangat krusial dan sangat menentukan kedaulatan suatu bangsa kini kelam dalam perdebatan jargon-jargon politik dan jargon-jargon agama. Tidak heran, karena politik dan agama memang suatu hal yang sangat ampuh sebagai tempat tongkrongan asyik dan kendaraan mewah untuk merebut kekuasaan.


Selain sebagai tempat bercocok tanam bagi seorang petani. Tanah juga merupakan fasilitas ibadah bagi seorang petani.


Seorang muslim yang bekerja secara kompeten di bidangnya masing-masing sebenarnya ia telah beribadah kepada Allah SWT dan mencoba mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui profesinya. Sebab ibadah itu tidak hanya bersifat ritual semata. Semua amal perbuatan yang memiliki orientasi dalam memajukan kesejahteraan umum dan melindungi kedaulatan rakyat dari jeratan musuh semua memiliki nilai yang agung di sisi Allah SWT. Tentu yang paling penting adalah bagaimana memperbaiki niat kita untuk bekerja.


Dengan demikian, maka seyogyanya kesejahteraan petani harus menjadi perhatian khusus dan utama dalam setiap kebijakan. Bukan justru dibebani dengan penderitaan akibat pencemaran lingkungan yang merusak pertanian yang dilakukan oleh orang yang tak bertanggungjawab hanya karena kepentingan pribadi dan kelompok. Jangan sampai karena ulah satu atau dua orang nasib petani harus luntang-lantung dan kehilangan tanahnya sebagai fasilitas ibadahnya. Merusak kemakmuran tanah petani sama halnya dengan merusak tempat ibadah mereka.


Bukankah petani merupakan bagian hajat kebutuhan orang banyak. Dan bukankah NU berdiri karena ingin melindungi kaum petani. Masihkah Anda meragukan kemuliaan dan peran petani?


Tanpa ada niat untuk menafikan pekerjaan-pekerjaan lain, Pekerjaan yang paling banyak pahalanya di sisi Allah SWT adalah petani. Apa sebab? Karena pertanian adalah yang paling banyak dibutuhkan oleh manusia saat ini. Bagaimana mungkin kita akan bisa menikmati beras dan jagung sementara tidak ada petani yang menanamnya. Makanan pokok masyarakat Indonesia adalah beras, sedangkan beras diperoleh dari jerih payah petani yang berani melawan kotornya kubangan lumpur, terik matahari, dan dinginnya musim penghujan..


Seperti halnya banyak dikutip oleh penulis-penulis yang lain bahwasanya Rasulullah pernah bersabda: “Tidak ada seorang muslim yang menanam tanaman lalu dimakan oleh burung, atau manusia, atau hewan, kecuali dia mendapatkan (pahala) sedekah karenanya.


Wallahu ‘alam
________________


  • Moh. Syahri Founder Atorcator.com | Pernah Nyantri di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Batuan Sumenep



Related Posts