KH Hasyim Muzadi: Sosok yang Separuh Hidupnya untuk Umat

Penulis: Moh. Syahri

____________

Editor: Nailatul Izzah
Publisher: Siti Fadilah
Ilustrasi foto (Republika)

Atorcator.Com – Mengingat kembali perjuangan Guru Mulia KH Hasyim Muzadi. Ulama sekaligus tokoh bangsa yang kiprah dan perjuangannya pernah mendunia. Menatap wajah beliau begitu teduh dan menentramkan jiwa yang gersang, wejangan-wejangannya penuh dengan aforisma-aforisma sufistik, ceramahnya sangat mencerdaskan dan mendewasakan umat dalam mengahadapi peliknya problematika kehidupan.

Selain memang lihay dalam menyampaikan pesan keagamaan, beliau juga tak hanya berhenti di penganjur kesalehan. Tetapi beliau pelaku kesalehan itu sendiri. Tidak mencukupkan diri dengan agungnya kesalehan individual tapi selalu mendorong bersikap saleh dalam bersosial. Dua pesantren yang beliau dirikan (di Malang-Depok) adalah sekelumit bukti nyata perjuangan beliau.

Kiai Hasyim Muzadi adalah sosok yang tak mau diam dan menyepi dari keramaian. Karenanya beliau dari sebuah kampung persinggahannya keluar untuk ikut aktif membangun peradaban Islam dan bangsa Indonesia. Beliau mendirikan dua pesantren yang cukup  strategis dalam mewadahi aspirasi dan tantangan zaman.

Sebagai putra dari seorang tokoh bangsa sekaligus tokoh agama, Gus Yusron dalam sebuah seminarnya yang bertajuk “Seminar Keteladanan KH Hasyim Muzadi” menuturkan kisah perjuangan ayahnya ketika membangun pesantren di Malang.

โ€œKamu hidup di Tuban, susah. Kamu saya ajak mbangun pondok di Malang juga susah. Sama-sama susahnya, jadi mari bersusah payah untuk hal yang bermanfaat,โ€ begitulah ilustrasi yang disampaikan Gus Yusron prihal percakapan kiai Hasyim Muzadi ketika mengajak ponakannya KH. Muhammad Nafi’ yang saat ini jadi Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang untuk sama-sama berjuang membangun pesantren di Malang.


KH Hasyim Muzadi pejuang yang ikhlas, beliau sudah memiliki investasi amal jariyah yang insyaallah memberikan sinar dan cahaya di alam kubur dan akhirat kelak. Separuh hidupnya memang didedikasikan untuk memperjuangkan kepentingan umat.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 1999-2004 dan 2004 sampai 2009 ini sungguh banyak yang mengharapkan berkah dan hikmahnya oleh karena kesucian batinnya, keheningan rohaninya, kejernihan akal budinya dan keikhlasan dalam berperilaku. Beliau termasuk tokoh yang mengedepankan nilai-nilai persatuan. Tidak hanya terbatas pada hal-hal yang besar melainkan harus dimulai dari hal-hal yang kecil juga butuh kebersamaan dan kesatuan. Sehingga tak heran, jika beliau mengajak ponakannya untuk sama-sama berjuang membangun pesantren di Malang itu.

Hampir tidak ada, orang sukses itu berproses dari perjuangan yang ringan-ringan, bermanja-manja. Tidak ada. Semua pasti melewati perjuangan-perjuangan yang berat, melelahkan dan kadang tidak menutup kemungkinan membuat kita hampir putus asa.

  • Moh. Syahri Founder Atorcator.com | Pernah Nyantri di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Batuan Sumenep


Related Posts