Meneladani 9 Spirit Kiai Suyuthi Abdul Qadir Guyangan

Penulis: Dr. KH. Jamal Ma’mur Asmani

Ahad 23 Juni 2019 13:13
Ilustrasi foto/kiai Suyuthi Abdul Qodir

اتبعوا العلماء فإنهم سرج الدنيا ومصابيح الآخرة 


Ikutilah ulama, karena sesungguhnya mereka adalah pelita dunia Dan akhirat
(Al Hadis).


KH A Suyuthi Abdul Qadir Guyangan adalah Salah satu Ulama yang selalu dikenang. Pemikiran, perjuangan, Dan Laku hidupnya menjadi teladan umat Dan bangsa dalam mengawal Agama Dan NKRI.

Sebagai Santri Haldratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari, KH A Suyuthi Abdul Qadir mewarisi spirit Nasionalisme dalam bingkai religius. Kiprahnya Tidak hanya dalam pendidikan, NU, Dan Masyarakat, tapi juga sebagai Aktivis struktural yang memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Madrasah Dan Pesantren Raudlatul Ulum menjadi legacy yang selalu menebarkan nilai-nilai keislaman Dan kebangsaan.

Secara Lengkap, Keteladanan KH A Suyuthi Abdul Qadir adalah sebagai berikut:

Pertama, spirit thalabul Ilmi sepanjang hayat. Rihlah ilmiyyah Kiai Suyuthi dari satu Pesantren ke Pesantren lain, seperti Jamsaren Solo, Kasingan Rembang, Tebuireng, Madura, Gresik, Dan ke Mekah menjadi bukti kecintaan yang besar Kiai Suyuthi terhadap ilmu.

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

Orang yang dikehendaki Allah jadi orang baik sempurna, maka IA diberi pemahaman mendalam dalam urusan Agama (Hadis).

Tafsir, hadis, fiqh, Ushul fiqh, balaghah, Nahwu, Sharaf, Dan seluruh khazanah Islam dikaji Kiai Suyuthi dengan penuh antusias.

Kedua, spirit sharing ilmu. Kiai Suyuthi Tidak hanya aktif mencari ilmu, tapi juga aktif menyebarluaskan ilmu di tengah masyarakat. Sharing ilmu inilah yang menghidupkan budaya Islam Dan melahirkan kader-kader penerus di masa depan yang gigih Dan berwawasan luas.
Ketiga, spirit dakwah Islam.

Kiai Suyuthi aktif berdakwah di tengah masyarakat sehingga masyarakat yang asalnya Tidak mengenal Islam Dan budaya Islam menjadi paham Islam Dan patuh pada ajaran Islam. Kiai Suyuthi dikenal Kiai yang dekat dengan masyarakat karena hampir Selalu menghadiri hajatan yang diadakan masyarakat.

Keempat, spirit berorganisasi yang tinggi. Kiai Suyuthi sampai akhir hayatnya adalah Rais Syuriyah PCNU Pati. Beliau memimpin para Ulama Dan umat dengan penuh kesantunan, Kearifan, Dan kebersamaan. Keputusan diambil melalui forum Musyawarah. KH Muhammadun Abdul Hadi, KH Abdullah Zain Salam, dan KH MA Sahal Mahfudh Selalu setia mendampingi Kiai Suyuthi dalam berjuang di NU.

Kelima, spirit bersedekah. Kiai Suyuthi adalah sosok yang dermawan. Hampir semua tamu diberi makan. Jika Ada Ulama yang datang, maka penghormatannya spesial, seperti menyembelih kambing utuh.

Keenam, spirit shilaturrahim. Kiai Suyuthi dikenal Ulama yang rajin shilaturrahim, baik dengan Ulama maupun masyarakat Umum. Kiai Suyuthi akrab dengan KH Bisri Mustafa, KH Arwani Amin, KH Bisyri Syansuri, KH Abdul Wahab Hazbullah, Dan ulama-ulama Pati.

Ketujuh, spirit kekompakan. Kiai Suyuthi piwai menyatukan potensi dan menggalang kekompakan untuk menggerakkan kebaikan. Guru-guru Madrasah Raudlatul Ulum pada generasi Awal banyak alumni Perguruan Islam Mathali’ul Falah, seperti KH Romli, KH Abdul Hadi (menantu), Dan KH Syathibi.

Kedelapan, spirit fokus. Kiai Suyuthi pernah menjadi anggota DPRD Pati. Namun jabatan ini Tidak berlangsung lama. Beliau lebih memilih aktif mengurus Madrasah, Pesantren Raudlatul Ulum, Dan NU. Fokus sangat Penting dalam mengelola sesuatu. Fokus menunjukkan totalitas konsentrasi dalam melakukan sesuatu sehingga hasilnya maksimal.

Kesembilan, spirit doa. Kiai Suyuthi selain melakukan ikhtiyar lahir, juga melakukan ikhtiyar Batin dengan banyak berdoa Dan bertawassul supaya diberi keberkahan Dan kesuksesan hidup dunia Dan akhirat.
Semoga Kita mampu meneladaninya, Amin.

  • Jamal Ma’mur Asmani Direktur Lembaga Studi Kitab Kuning (LESKA) Pati Jawa Tengah

Related Posts