Mengenal Ciri Khas Pondok Pesantren Sarang Versi Tahun 1994-1998

Penulis: K Bahrul Widad

Sabtu 29 Juni 2019 16:42

Ilustrasi foto/NU.or.id



Dalam masalah rangking



Hampir tidak ada yang membicarakan masalah rangking setelah pengumuman. Jadi hampir dilupakan siapa yang rangking satu, dua, tiga dst. berbeda dengan sebagian lembaga yang dijadikan hal luar biasa untuk memberi motivasi pada yang lain. Dan itu ciri khas masing-masing lembaga tanpa perlu menilai mana yang lebih baik.

Tiap hari dan malam mereka terus belajar baik saat ujian atau bukan. Bahkan tidak ada perbedaan belajarnya santri diantara menjelang ujian dan hari lainnya. Berbeda dengan sebagian lembaga yang belajarnya digenjot tiga bulan sekali hanya menjelang ujian, sementara dihari-hari lainnya belajarnya santai.


Dalam hal Musyawarah

Rata-rata santri Sarang tidak bisa santai sebelum materi yang akan dimusyarahkan nanti belum selesai dipelajari. Bukan hanya mempelajari materi tapi masih membandingkan dengan referensi kitab lain.

Dalam musyawarah ini menjadi perhatian mereka. Mulai dari siapa saja yang banyak menjawab saat musyawarah dan siapa saja yang jawaban-jawabannya berbobot. Terutama siapa yang terpilih menjadi Rois musyawirin Fathul Qorib A, B dan C dan siapa yang terpilih menjadi Rois Musyawirin Fathul Muin dst.. Kesimpulannya siapa saja yang Alim dalam periode ini.

Dalam hal memberi makna

Di Sarang semakin lama mondok maka maknanya harus semakin sedikit. Karena menurut Syaikhuna dalam memberi interpretasi maqolah : “ilmu itu bagaikan hewan buruan, makna dan catatan itu bagaikan talinya. Maka ilmu agar tidak lari hendaknya diikat dengan makna (catatan) “. Nah kalau tidak diberi makna hewan buruannya akan lari tapi kalau ikatnya terlalu banyak bisa mati.  Maka ikatlah lehernya atau pinggangnya saja. Jangan diberi makna semua nanti otakmu mati. Makanya jangan heran kalau santri Sarang makna kitabnya jarang sekali.

Tanpa ada maksud membanding-bandingkan, tapi sekedar info ke-khas-an saja. Semuanya lembaga pendidikan itu baik dan masing-masing lembaga pasti punya ciri khas dan keistimewaan sendiri. 

Wallahu A’lam
  • K Bahrul Widad Alumni Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang Jawa Tengah Sekarang tinggal di Kabupaten Sumenep

Related Posts