Karomah Mbah Dimyati Banten Saat Diisolasi Orde Baru

Senin 22 Juli 2019



Atorcator.Com – Pandeglang di era tahun 80’an menjelang Pemilu 1982 terasa berbeda. Rezim Orba saat itu begitu ofensif menyerang mental beberapa pemuka agama di Pandeglang tidak terkecuali KH Muhammad Dimyati yang lebih dikenal dengan sebutan Abuya Dimyati atau Mbah Dimyati Banten.


Abuya Dimyati adalah seorang ulama besar Banten sekaligus sesepuh PPP di Pandeglang dan sekitarnya, meskipun bukan pimpinan atau anggota PPP secara tertulis. Di Pandeglang, umat Islam begitu militan mendukung PPP saat itu.


Suara Golkar tenggelam di daerah ini. Rezim Orba yang represif tentu marah melihat kenyataan ini. Maka mulailah daerah Pandeglang diisolasi dari dunia luar. Barang kebutuhan pokok terutama minyak tanah dihentikan pasokannya ke daerah ini. Warga mulai kekurangan bahan bakar untuk memasak atau menyalakan lampu.


Abuya Dimyathi yang mengetahui hal segera menyuruh warga untuk mengambil air di kolam rumahnya. Dengan karomah beliau, maka air kolam itu berubah menjadi minyak tanah sehingga bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak.


Dengan pandangan lurus ke depan seakan-akan menerawang ke masa depan dan air mata menetes di pipinya, Abuya Dimyathi berkata, “Kelak Indonesia akan di pimpin oleh presiden dan wakil presiden dari kiai.” Ucapan ini diulang oleh beliau sampai tiga kali. Dan pada ucapan ketiga beliau berkata, “Cicit Syekh Nawawi akan menjadi wakil presiden.”


Waktu terus berlalu, Rezim Orba tumbang pada 1998. Satu dasawarsa lebih akhirnya ramalan Abuya Dimyati terbukti. Indonesia memiliki presiden dari trah kiai.


Kini kita sedang menunggu ramalan kedua Abuya Dimyathi tentang wakil presiden kiai itu. Kita semua Insya ALLAH akan menjadi saksi tangan-tangan takdir menari, meluluhlantakan fitnah yang berkobar saat. Insya ALLAH Indonesia Jaya.


Source Selengkapnya bisa dibaca di BangkitMedia


(red)

Related Posts