Buah Tangan Khas Bumi Wali Tuban - Atorcator
Latest Update
Fetching data...

Kamis, Agustus 01, 2019

Buah Tangan Khas Bumi Wali Tuban

Penulis: Mittatul Izzah
Kamis 1 Agustus 2019

Atorcator.Com - Bagi para treveler kota tuban merupakan salah satu kota yang wajib untuk dikunjungi terbukti segudang tempat wisata yang dimilikinya tak heran banyak wisatawan  lokal ataupun asing yang berkunjung. Kota ini identik dengan julukan” BUMI WALI” sebab banyaknya makam wali yang ada disana merupakan salah satu destinasi wisata yang bercorak keislaman yang banyak dikunjungi peziarah .

Biasanya tepat-tepat tersebut ramai pada bulan-bulan tertentu seperti bulan maulid atau bulan suro, “suronan” merupakan tradisi jawa yang masih dilaakukkan pada bulan tersebut masyarakat mengangap bulan yang sakral yang bertepatan dengan jatuhnya kalender hijriyah islam atau yang biasa kita sebut 1 muharam. pada bulan tersebut peziarah dari dalam maupun luar kota datang untuk berziarah.

Biasanya banyak rombogan-rombogan setelah berziarah membeli salah satu buah tangan khas tuban yakni: legen, dan buah siwalan. Oleh-oleh tersebut sangat tidak asing lagi bagi peziarah yang sering berkunjung ke tuban. Kata orang belum afdhol jika ke tuban belum mencicipi buah tangan tersebut. Legen merupakan air dari sadapan bunga siwalan yang ditampung dalam bambu yang gunanya sebagai penampung air nira.

Kemudian air nira tersebut difermentasi menjadi minumam yang memiliki manfaat banyak, salah satunya bisa menjaga dan meperbaiki ginjal dan obat kulit. Adapun toak juga merupakan air sadapan yang sama dari pohon siwalan bedanya toak dibasikan hingga berwarna putih pekat. Manfaatnya sangat bertolak belakang dengan legen justru toak membuat peminumnya mabuk. Padahal penjulan toak sudah dilarang keras tapi masih saja ada oknum yang menjualnya.

Tak lengkap bila membeli legen tanpa buah siwalan, masyakat tuban biasa menyebutnya  “ental” buah dan pohon siwalan hanya tubuh di daerah tertentu di tuban, pohonya hampir persis dengan pohon kelapa. Tekstur buah tersebut lembut dengan sedikit kenyal dan berair berwarna putih bening, memiliki rasa manis. Buah tangan ini sangat banyak digandrugi para wisatawan maupun peziarah.

Harganya yang tidak sampai menguras budget membuatnya laris diserbu konsumen untuk menjumpai buah tangan tersebut biasanya kedai-kedai dekat banyak ditemui di pintu masuk makam bahkan juga ada yang langsung berkeliling menjajakannya. Bagi yang belum berkunjung bisa mampir ke tuban untuk sekadar berwisata maupun berziarah.

I love you Tuban


  • Mittatul Izzah Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'had Aly Al-Hikam Malang, Lahir di Tuban Jawa Timur