Kesombongan dan Egoisme itu Dosa Besar

Penulis: KH. Husein Muhammad

Selasa 27 Agustus 2019
Ilustrasi: c76 group



Atorcator.Com – Sepanjang sejarah manusia selalu ada sekelompok orang yang mengklaim pandangan dan jalan hidup keagamaannya sebagai paling benar, sambil menuduh pandangan selain dirinya adalah total salah. Di antara mereka ada yang melakukan gerakan ekstrim. 


Bukan hanya menyalahkan dan mensesatkan pandangan yang lain itu, tetapi juga memandangnya telah keluar dari agama. Dan lebih dari itu mereka memfatwakan keabsahan hukuman gantung (mati) atas yang lain itu. Mereka bicara di atas panggung dengan suara meledak-ledak, penuh emosi kemarahan menyampaikan fatwa itu. Kesombongan dan egoisme terus diperlihatkan di depan publik.

Sungguh tak ada satupun agama dan sistem etika kemanusiaan di dunia ini yang membenarkan cara-cara seperti itu. Semua agama dan etika kemanusiaan hadir untuk membimbing manusia ke jalan hidup utama, menciptakan kehidupan sosial yang baik, persaudaraan, mewujudkan keadilan, kasih sayang dan cinta, bukan untuk menciptakan kerusakan, membodohi, permusuhan, membenci dan kekerasan. Kesombongan dan egoisme adalah dosa besar. Iblis diusir dari sorga karena dia “takabbur”, sombong, angkuh dan mementingkan/membenarkan diri sendiri.


Para bijak bestari mengatakan:

هُنَاكَ طُرُقٌ عَدِيْدَةٌ تُوصِلُ اِلَى الله لكن هُنَاكَ طَرِيْقٌ مُسْتَقِيْمٌ وَاحِدٌ وَهُوَ الطَّرِيْقُ الَّذِى تَمحَى فِيْهِ الاَنَانِيَةُ وَالْاَثْرَةُ.


Ada banyak jalan mendekati Tuhan. Akan tetapi ada satu jalan yang lurus. Yaitu menghapus dan meniadakan egoisme dan kepentingan diri.


Di atas KA menuju Yogya
31.07.19
HM

Related Posts