Mempertaruhkan Darah Rakyat

Penulis: Abdul Moqsith Ghazali
Sabtu 7 Agustus 2019

Atorcator.Com – Dulu ketika Gus Dur dilengserkan dari jabatannya sebagai presiden, ribuan massa pendukungnya sudah bergerak ke Jakarta untuk membela tokoh panutannya.


Namun, alih-alih Gus Dur menyambutnya, beliau justru meminta agar massa pendukungnya pulang saja. Bagi Gus Dur jelas, tak ada jabatan yang boleh dipertahankan jika darah rakyat yang dipertaruhkan.


Akhirnya sejarah mencatat, Gus Dur dilengserkan tanpa ada setetes darah yang ditumpahkan. Gus Dur berdawuh, “yang lebih penting dari politik adalah Kemanusiaan”.


Gus Dur sudah meneladankan, kita saja yang hingga sekarang tampaknya masih belum bisa mengamalkan dan mengambil pelajaran. Betapa darah rakyat masih dipertaruhkan untuk sebuah kekuasaan. Duh!


Jum’at, 24 Mei 2019
Salam,


Abdul Moqsith Ghazali Seorang pakar hubungan antar agama asal Indonesia. Ia belajar di Universitas Islam Nasional/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dimana ia lulus progam S2 pada 1999. Sebelum menyelesaikan pendidikan S3-nya, ia mengikuti dialog agama-agama selama sebulan di Amerika Serikat pada 2002

Related Posts