Menghakimi Gus Azmi, Wirda Mansur, dan Veve Zulfikar - Atorcator
Latest Update
Fetching data...

Kamis, September 19, 2019

Menghakimi Gus Azmi, Wirda Mansur, dan Veve Zulfikar

Penulis: Saefudin Achmad
Kamis 19 September 2019
Pemeran utama film "The Santri"
Atorcator.Com - Mendengar kabar bahwa Gus Azmi, Wirda Mansur, dan Veve Zulfikar dicap sebagai remaja yang membuat citra santri menjadi jelek lewat film The Santri, hati ini rasanya sedih dan ingin sekali menggugat mereka yang sok suci, yang merasa seoalah-olah menjadi hamba Tuhan paling baik sehingga tanpa belas kasihan menghakimi remaja yang sedang dalam masa belajar mencari jati diri. Hanya karena foto lucu mereka bertiga, hanya karena adegan Gus Azmi jalan berdua dengan Wirda, hanya karena adegan Wirda dan Veve masuk gereja membawa tumpeng, kalian sebut mereka merusak citra santri. Kalian sudah seperti Tuhan yang dengan seenaknya men-judge orang.

Jangan tuntut seorang Gus Azmi, Wirda, dan Veve untuk berperan menjadi orang yang sudah matang, sholeh, dan ideal menurut syari'at Islam. Mereka masih remaja dan sangat muda. Untuk ukuran remaja, mereka adalah remaja berprestasi, dengan pendidikan agama yang kuat, dan akhlak yang baik, setidaknya dibanding remaja-remaja lain pada umumnya.

Jika engkau seorang yang sudah dewasa secara usia, pengetahuan agamanya pun sudah tinggi, memiliki ribuan santri, lalu menuntut Gus Azmi, Wirda, dan Veve untuk benar-benar menjadi seorang muslim dan muslimah yang ideal baik di film maupun di dunia nyata, namanya kebangetan. Jangan pakai standar diri sendiri untuk dipakai oleh orang lain apalagi yang usianya berbeda jauh. Saya hanya ingin bertanya, di ketika usia remaja, apakah engkau lebih baik, lebih berprestasi, lebih berakhlak dibanding Gus Azmi, Wirda, dan Veve?

Jika engkau sebaya dengan mereka, apakah ilmu dan akhlakmu sudah lebih baik dibanding mereka? Apakah engaku seorang santri dan juga hafal al-qur'an sehingga tanpa rasa malu menghujat mereka?

Mungkin belum semua tahu bahwa Gus Azmi masih sangat muda. Saya belum yakin apakah dia sudah baligh atau belum.  Remaja yang memiliki nama lengkap Muhammad Ulul Azmi Askandar al-Abshor lahir di Probolinggo, Jawa Timur pada tanggal  23 April 2004. Usianya baru 15 tahun. Benar-benar masih sangat muda. Meskipun muda, dia adalah remaja yang berprestasi. Remaja yang nyantri di Pondok Nurul Qodim Probolinggo adalah vokalis grul Syubbanul Muslimin yang sekarang sudah cukul populer dan punya banyak fans.

Seperti halnya Gus Azmi, Virda Mansur pun masih muda. Gadis yang bernama lengkap Wirda Salamah lahir pada tanggal 19 November 2001 di Jakarta. Usianya baru 17 tahun lebih. Meskipun begitu, dia bukan gadis sembarangan. Putri Ustadz Yusuf Mansur itu merupakan seorang Hafidz Qur’an.Pada akhir tahun 2015, dia resmi terpilih menjadi Duta Qur’an. Dengan predikat tersebut dia bahkan berkesempatan mempelajari dan menyiarkan Qur’an di Amerika Serikat. Dia juga dikenal mempunyai kemampuan berbahasa asing yang baik, terutama dalam berbahasa arab. Dengan prestasi yang telah ia dapatkan di usia muda, dia pun memiliki banyak penggemar.

Veve Zulfikar malah masih lebih muda dibanding Wirda. Gadis bernama lengkap Veryal Eisha Aqila Zulfikar yang lebih dikenal lahir di Jombang, Jawa Timur pada tanggal 7 Juli 2003. Usianya baru 16 tahun. Gadis yang juga nyantri di Pondok Pesantren Sabiilunnajah, Pasuruan adalah seorang penyanyi lagu-lagu religi dan shalawat. Namanya melejit melalui senandung shalawat yang sering diunggah melalui channel Youtube. Ning Veve, sapaan akrabnya, merupakan putri pertama dari Ustadz Qori Zulfikar dari 5 bersaudara.

Melihat prestasi, pendidikan, perilaku ketiga remaja tersebut, apakah layak dihujat dan dicaci maki hanya karena bertingkah polah seperti halnya remaja lain pada umumnya? Dosa apa yang mereka perbuat sehingga kalian wahai para pencaci, dengan begitu keji memberikan penghakiman? Apakah anak-anak kalian sudah lebih baik dibanding mereka? Apakah kalian di usia muda sudah sebaik mereka?

Mereka santri yang berprestasi, bukan remaja kosong yang hanya bermodal tampang untuk meraih popularitas. Mereka lebih tahu bagaimana harus bersikap sesuai dengan syari'at, setidaknya dibanding remaja pada umumnya. Saya berani jamin mereka lebih paham agama dibanding orang-orang baru hijrah yang merasa sok suci.

Keberadaan mereka juga membawa pengaruh positif bagi kalangan milenial. Banyak remaja yang ingin hafal al-qur'an dan menjadi rajin bershawat karena terisnpirasi dengan mereka. Dibanding artis-artis remaja yang sering muncul di TV, mereka jauh lebih layak menjadi idola bagi kalangan milenial.

Jangan hanya karena Gus Azmi sering menyanyikan lagu "Cinta dalam Istikhoroh", lalu kalian larang dia untuk jatuh cinta. Jangan juga kalian hakimi karena dia berfoto dengan Wirda dan Veve, dengan gaya lucu dan jarak yang dekat.

Jangan hanya karena Wirda seorang hafidzoh, serta Veve yang suka bershalawat, lalu kalian larang keduanya untuk tertarik dengan lawan Jenis, kalian caci-maki hanya karena berfoto dengan Gus Azmi. Kalian bukan Tuhan yang berhak menghakimi siapapun.

Lebih baik instrospeksi diri. Apakah sudah lebih baik dibanding mereka. Apakah sudah benar-benar menjadi manusia suci sehingga kemudian merasa berhak  merebut wewenang Tuhan, untuk memberikan penghakiman kepada hamba-Nya.

Wallahu 'Alam

(SA)

Syaefudin Achmad Dosen IAIN Salatiga Asal Purbalingga Jawa Tengah