06/04/2020

Polisi Geledah Rumah Veronica Koman, Sita Sejumlah Dokumen



Atorcator.Com – Polda
Jawa Timur melakukan penggeledahan di rumah Veronica Koman di
Jakarta. Penggeledahan tak lepas dari status Veronica sebagai tersangka kasus
dugaan provokasi dan penyebaran informasi bohong insiden Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa
Timur.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, penggeledahan tersebut
dilakukan di kediaman Veronica, yang berada di Jakarta, Indonesia.

“Kemarin sudah melakukan upaya paksa dari pihak penyidik yaitu melakukan
pencarian ke rumah (Veronica) yang di Jakarta dan melakukan
penggeledahan,” kata Luki di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (20/9).

Dari penggeledahan itu, Luki
mengatakan polisi menemukan dan menyita sejumlah berkas berkaitan dengan kasus
Veronica. Sayangnya ia enggan mengungkapkan dokumen apa yang pihaknya temukan
tersebut.

“Sementara masih diteliti dokumen-dokumennya,” kata Luki.

Luki mengakui, saat penggeledahan,
Veronica tak ada di lokasi. Polisi menduga perempuan 31 tahun tersebut masih
berada di Australia.

“Masih di negara tetangga, Australia,” kata dia.

Untuk melacak keberadaan Veronica tersebut, Polda Jatim juga bekerja sama
dengan Divhubinter Mabes Polri, Kementerian Luar Negeri dan KBRI.

Sementara ini, Polda Jatim pun telah memasukkan Veronica ke dalam daftar
pencarian orang (DPO). Status DPO itu diterbitkan lewat nomor DPO/37/IX/RES.2.5./2019/DITRESKRIMSUS.

DPO itu akan terus berlaku hingga Veronica berhasil tertangkap atau menyerahkan
diri ke kepolisian. Maka itu, ia pun meminta masyarakat yang mengetahui
keberadaan dia untuk segera melaporkan.

“Siapa pun anggota Polri yang melihat atau masyarakat yang mengetahui bisa
memberikan informasi kepada kepolisian. Kalau anggota Polri bisa langsung
melakukan penangkapan atau upaya paksa,” kata dia.


Sebelumnya, pengacara hak asasi
manusia yang kerap mendampingi aktivis Papua, Veronica Koman ditetapkan sebagai
tersangka provokasi insiden Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya oleh Polda Jawa
Timur.

Menurut polisi, Veronica diduga aktif melakukan provokasi dengan menyebarkan
informasi bohong, terkait kerusuhan Papua melalui akun Twitter pribadinya
@VeronicaKoman.

Veronica dijerat pasal berlapis dari UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi
dan Transaksi Elektronik (ITE), KUHP, UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan
Hukum Pidana, dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras
dan Etnis. [Source: CNN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *