Dua Mata Pisau Logika Gus Baha

Penulis: Zaini Kariem Quthby
Selasa 29 Oktober 2019

Gus Baha

Gus baha masyhur dengan narasi-narasi logisnya yang jempolan. Ilmu-ilmu rumit menjadi mudah dicerna karena senantiasa dibumbui nalar-nalar logis yang mudah dipahami khalayak.


Apa benar bahwa logika ala gus baha selalu membuka jalan menuju kemudahan dalam memahami ilmu agama bahkan di sektor yang paling krusial yaitu teks-teks ayat Alquran?


Bila membicarakan hal ini dari sudut keilmuan, jawabannya tentu Ya! narasi-narasi logis gus baha menjadikan ilmu-ilmu dalam agama mudah dipahami.


Namun bagaimana bila kita bicara soal relaisasi?. saya kira ceritanya berbalik signifikan!


Memahamakan ilmu dengan menggunakan logika tentu efektif karena para penyimak diajak mengaktifkan fungsi akalnya sehingga lebih terbuka dan mudah menerima asupan ilmu.


Namun, disisi pengamalan lain cerita, ferguso!


Saya ambil satu logika gus baha yang saya anggap خفيف على اللسان ثقيل على الجوارح


Soal konsep logika dalam mendefinisikan “keikhlasan” gus baha punya narasi yang luar biasa mudah ditangkap logika tapi butuh waktu sangat lama bahkan sampai matipun belum tentu saya bisa menjalankannya!


Mari mulai!


Di dunia ini, ada kebenaran absolute yang tidak ditemukan satupun orang waras yang akan menolaknya. Salah satunya adalah 1+1=2.


Siapapun kita, bagaimanapun kita, dalam keadaan apapun kita, dengan tanpa adanya ancaman atau janji hadiah apapun kita, semua akan tetap sepakat bahwa 1+1=2.


Ketika ada wanita yang sangat kita cintai namum dia memilih duduk dipelaminan bersama orang lain, maka kita akan tetap menerima jika laki-laki yang meluluhlantahkan hati kita itu berkata 1+1=2.


Ketika anda membenarkan 1+1=2 tentu saja hal itu dengan sukarela bukan karena ada janji hadiah atau ancaman hukuman apapun tentunya. Adanya kedua hal itu sama sekali tidak mempengaruhi pandangan anda yang membenarkan 1+1=2.


Cebong bilang 1+1=2 maka kampret auto sekata sehati. Walaupun mereka berseteru nggak selesai-selsai


Jomblo berkata 1+1=2 maka muta’ahhil juga akan sepakat.walopun kedua klan ini sangat bertolak belakang dalam banyak hal terutama dalam soal tidur malam!!


(Muta’ahhil ini dipakai imam ghozali sebagai muqobil jomblo/azib, jdi bukan mutazawwij sebab mutazawwij bisa aja jomblo saat cerai atau ditinggal mati sehingga mutazawwij bukan muqobil azib)


Logika ihklas ala gus baha adalah ketika kita memandang pelaksanaan ibadah/menyembah allah/menjalankan agama adalah sebagai kebenaran absolute seabsolute 1+1=2.


Coba bayangkan alangkah sulitnya itu!!!!


Kalau saya boleh simulasikan maka maksud gus baha adalah: Allah sebagai tuhan anggap saja 1. manusia sebagai hamba adalah 1. dan hamba menyembah tuhannya sebagai wujud penghambaannya adalah 2.


Dengan demikian maka ihklas adalah saat anda menerima kewajiban menyembah Allah serta menjalankan hal tersebut sebagaimana anda menerima 1+1=2.


Artinya apa?


Anda menyembah Allah dengan sukarela, tanpa dipengaruhi apapun. Tidak karena takut neraka atau berharap surga.


Ketika tidak ada satupun hal yang bisa menggoyahkan keyakinan kita bahwa 1+1=2 itu adalah benar maka berati tidak ada stupun pula hal yang bisa mempengaruhi kita untuk memandang bahwa menyembah Allah itu adalah kebenaran, kewajaran, bersifat absolute!


Saat anda menerima 1+1=2 dg lapang dada tanpa beban apa2, dalam semua keadaan, di semua tempat dan waktu  maka berarti anda menerima keharusan menyembah Allah dengan sukarela dan lapang dada, tidak berharap apa-apa juga tidak karena takut pada apapun, kapanpun dimanapun dan dalam keadaan apapun!


Saat anda keberatan dengan tugas menyembah allah maka sama saja anda keberatan bahwa 1+1=2..
Aneh kan!!!

Begitulah logika gus baha!


Mudah dipahami tapi, sampai ajal saya datang, belum tentu saya sanggup!

Related Posts