Ketika Ibnu Taimiyah Bertaubat dan Disaksikan Ulama-ulama yang Adil

Penulis : Muhammad Hafidh Al-Bakri
Ahad 1 Desember 2019



Salah satu pelajaran yang bisa dipetik daripada Ulama kontroversial ini adalah keberaniannya untuk bertaubat. Dan masuk ke dalam rombongan Asya’irah. Ini sebagaimana keterangan Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Durar Kaminah. Beliau bahkan mengatakan peristiwa tersebut disaksikan oleh banyak ulama:

وشهد عليه بذلك جمع جم من العلماء وغيرهم



Jika sebagian kelompok meragukan keterangan Ibnu Hajar, maka Silahkan lihat keterangan Imam An-Nuwairi (W. 733) yang sezaman dengan Ibnu Taimiyah. Dalam kitab Nihayah Al-Arab, beliau berkata:

انتهى المجلس بعد أن جرت فيه مباحث معه ليرجع عن اعتقاده فى ذلك إلى أن قال بحضرة شهود: أنا أشعرى
 

An-Nuwairi juga mengatakan bahwa proses taubatnya Ibnu Taimiyah itu disaksikan oleh ulama-ulama yang adil.


Bukti yang lain adalah setelah tahun 707 H tersebut (setelah beliau taubat) beliau mengajarkan kitab Arba’in Imam Razi (yang asy’ari tulen) kepada ibnu abdil Hadi yang lahir pada tahun 703 H. Ini sebagaimana keterangan Ibnu Rajab Hanbali dalam kitab Az-dzail ‘Ala Thabaqatil Hanabilah.


Keberanian taubatnya Ibnu taimiyah sudah sepantasnya ditiru!


Pelajaran yang lain bisa dipetik dari nukilan Ibnu Hajar Al-Aqalani dalam Kitab Durar Kaminah, sebagai berikut:


Ibnu Taimiyah mengajarkan murid-muridnya dengan metode mufassir. Beliau mampu menghadirkan Al-Quran, Hadis, Lughah, dan analisis seolah-olah semua ilmu itu berada di depannya, Ia bisa mengambil dan meninggalkan sekehendaknya.


Nah, Karena ini, muridnya sangat berlebihan memujinya, sehingga membuat Ibnu Taimiyah Ujub terhadap dirinya, sampai sombong dan angkuh terhadap ulama seangkatannya dan menganggap dirinya mujtahid, lalu ia menolak ulama-ulama, kecil maupun besar, senior maupun junior.


Sehingga ia sampai menyalahkan Sayidina Umar. Dan mengatakan bahwa sayidina Ali telah melakukan 17 kesalahan. Karena kefanatikannya terhadap mazhab Hanabilah, ia lantas mencaci Asya’irah, sampai memaki Imam Ghazali.


Dan Ibnu ‘Arabi pun tidak lepas dari caci maki ibnu Taimiyah. Ia menisbahkan Ibnu ‘Arabi dan murid-muridnya kepada konsep ittihad yang merupakan hakikat daripada ilhad. Lalu bangkit beberapa ulama utk membela Ibnu ‘Arab dan mereka merangkum pernyataan-pernyataan Ibnu Taimiyah yang berkaitan dengan aqidah. Salah satunya adalah tentang nuzulnya Allah swt. Ibnu Taimiyah mengatakan Turunnya Allah swt ke langit dunia itu sama seperti turunnya dia daripada tangga.


Muhammad Hafidh Al-Bakri Santri Dayah Babul Muarrif Serambi Aceh.

Related Posts