Dua Kisah Indah Kemesraan Rasulullah Bersama Sayyidah Aisyah RA

Penulis: Abdul Adzim
Jumat 6 Desember 2019

Suatu ketika Rasulullah ﷺ pernah pulang terlambat ke rumah Sayyidah Aisyah Radhiyallahu Anha karena menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh para sahabatnya. Setelah larut malam, kecemasan Aisyah bertambah. Ia tak bisa tidur, akhirnya hanya bisa terjaga menunggu suami yang paling dicintainya tersebut.
Rasulullah ﷺ pun berjalan dengan cepat kerumahnya, Beliau tak tega jika istrinya terlalu lama cemas dan menunggu kedatangannya. Namun, niatnya untuk mengetuk pintu hilang begitu saja karena tak ingin membangunkan istri tercintanya.
Akhirnya, Beliau menggelar sorban didepan pintu dan kemudian tidur diatasnya. Dinginnya malam lebih dipilihnya daripada harus membangunkan istri tercinta. Padahal dibalik pintu itu, Aisyah pun tertidur karena ia khawatir tak mendengar suara ketukan pintu suaminya.
Dalam kisah yang lain diceritakan: Pernah suatu hari Rasullulah ﷺ pulang dari perjalanan jihat fi sabilillah, Beliau pulang diiringi para sahabat. Di depan pintu gerbang kota Madinah nampak Sayyidah Aisyah Radhiyallahu Anha, sudah menunggu kedatangan Beliau. Rasa rindu kepada Rasulullah ﷺ sudah membuncah. Betapa bahagianya Sayyidah Aisyah Radhiyallahu Anha mendapati Rasulullah ﷺ, suaminya tiba di rumah dengan selamat.
Saat Rasulullah ﷺ sedang istirahat melepas penat, Sayyidah Aisyah Radhiyallahu Anha sibuk membuat minum untuk Sang Suami. Setelah minuman selesai dibuat, Rasululluh ﷺ langsung meminum habis minuman yang disuguhkan Aisyah. Padahal biasanya Baginda Nabi ﷺ hanya minum setengah air dari gelas, karena Aisyah sangat suka dan senang minum air sisa dari Rasulullah ﷺ.
Sayyidah Aisyah Radhiyallahu Anha heran bercampur sedih dan bertanya-tanya dalam hatinya, “Kenapa Rasulullah ﷺ tidak menyisakan minum untukku?”.
Tidak lama kemudian Sayyidah Aisyah Radhiyallahu Anha mengambil gelas itu untuk dicuci dan terlihat masih ada setetes air di dalamnya. Karena penasaran Sayyidah Aisyah mencoba meneguk sisa-sisa air tersebut. Entah apa yang terjadi? Tiba-tiba raut wajah Sayyidah Aisyah memerah, karena rasa air di gelas itu ternyata asin. Sayyidah Aisyah baru sadar bahwa yang dia kira gula, malah garam yang dimasukan kedalam air minuman Nabi ﷺ.
Seketika itu Aisyah Radhiyallahu Anha pergi menuju Baginda Nabi ﷺ untuk minta maaf, namun reaksi Rasulullah ﷺ sangat luar biasa, beliau tersenyum bahagia dan mengatakan bahwa air minum itu rasanya enak sekali. Subhanallah.
_______________________________
❤ Bagi kalangan Santri kisah diatas tentu tidak asing lagi, namun sampai detik ini penulis belum menemukan refrensi yang valid. Pernah penulis berkunjung ke beberapa situs web warga netizen barangkali mereka punya rujukan yang valid namun hasilnya tetap nihil. Mohon bantuan informasinya bagi kawan-kawan fb, barangkali ada yang pernah menemukan sumber asli kisah tersebut dalam kitab-kitab hadist atau syirah an-Nubawiyah ❤ Syukron•••
Abdul Adzim Lahir di Surabaya. Domisili Bangkalan Madura. Alumni Pondok Pesantren Sidogir. Aktif mengajara di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan.

Related Posts