Ekspedisi Penulusuran Jejak Uwais Al-Qarni

Suatu hari Rasulullah ﷺۢ berada diserambi Ka’bah, tiba-tiba turunlah malaikat Jibril as dengan bentuk yang tidak seperti biasanya. Lalu malaikat Jibril as berkata: “Wahai Muhammad! Tuhanmu menyampaikan salam padamu dan bersabda: Bahwa akan ada dari ummatmu yang bisa memberikan syafaat di hari kiamat sebanyak jumlah syafaat yang dimiliki oleh Rabbiah dan Mudhar. Bila engkau bertemu dengannya, mintakan syafaat untuk ummatmu.”

Rasulullah ﷺۢ kemudian bertanya: ” Wahai Jibril as! Siapakah nama dan bagaimana ciri-cirinya?”.

Malaikat Jibril ra menjawab: “Namanya Uwais al-Qarni ra dan Dia memiliki ciri-ciri berambut pirang, alisnya tebal menyatu, mata indah (kornianya hitam, irisnya putih dan lebar serta lentik bulu matanya). Dia memiliki tanda putih yang jelas dibahu kirinya. Berasal dari Yaman bersuku Murad.

Ibnu Umar ra, Sang Perawi hadist ini berkata: “Setalah itu Rasulullah ﷺۢ selalu mencari Uwais al-Qarni as namun tidak pernah menemukannya. Maka tatkala Rasulullah ﷺۢ menjelang wafat, Beliau menghabarkan hadist Uwais al-Qarni ra dan berpesan pada Abu Bakar ra agar mencarinya: “Wahai Abu Bakar! Bila engkau bertemu dengannya, mintalah syafaat untukmu dan semua ummatku”.

Pasca wafatnya Rusulullah ﷺۢ, Abu Bakar ra pun juga mencoba mencari keberadaan Uwais al-Qarni ra namun tidak juga menemukannya. Maka tatkala menjelang wafat, Abu Bakar ra menghabarkan hadist Uwais al-Qarni ra dan berpesan pada Umar Ibnu al-Khattab ra agar mencarinya: “Wahai Abu Bakar! Bila engkau bertemu dengannya, mintalah syafaat untukmu dan ummat Nabi Muhammad ﷺۢ”.

Setelah wafatnya Abu Bakar ra, Umar Ibnu al-Khattab ra juga berusaha mencari Uwais al-Qarni ra namun masih sulit ditemukan hingga pada akhirnya saat Umar Ibnu al-Khattab ra menunaikan ibadah haji bersama Ali bin Abi Thalib ra menyempatkan diri berkunjung ke tanah Yaman. Sesampai Yaman Umar Ibnu al-Khattab ra dan Ali bin Abi Thalib ra menemui penduduk Yaman, lalu mengumpulkan mereka.

Dengan nada tinggi, Umar Ibnu al-Khattab ra menyeru dan menanyakan pada mereka: “Wahai Penduduk Yaman! Adakah di antara kalian yang tahu keberadaan Uwais al-Qarni ra?”. Mendengar seruan dan pertayaan Umar Ibnu al-Khattab ra, tidak ada satu pun di antara penduduk Yaman yang berani menjawab hingga Umar Ibnu al-Khattab harus mengulang seruannya beberapa kali.

Tak lama kemudian berdirilah seorang kakek tua menghampiri Umar Ibnu al-Khattab ra dan berkata: “Wahai Amiru al-Mukminin! Dia adalah putra dari saudara laki-lakiku, Dia orang yang paling kami puji perilakunya dan yang paling hina (di mata penduduk Yaman) sebutannya. Selain Anda, siapakah orang yang sudi menanyakannya?”.

Umar Ibnu al-Khattab ra kemudian menjalaskan maksud ke datangannya dengan panjang lebar dan kemudian berkata pada laki-laki tua itu: “Wahai orang tua! Putra saudara laki-lakimu itu adalah tujuan mulia kami datang keseni?”.

Orang tua itu menjawab: “Dia berada lembah al-Arak di tanah Arafat”.

Tanpa menunggu lama Umar Ibnu al-Khattab ra dan Ali bin Abi Thalib ra berangkat menuju tempat yang telah ditunjukkan. Sesampainnya di lembah mereka berdua bertemu seorang laki-laki dengan ciri-ciri yang pernah disabdakan Rasulullah dan Jibril as. Laki-laki yang berambut pirang, alisnya tebal menyatu, mata indah (kornianya hitam, irisnya putih dan lebar serta lentik bulu matanya). Cenderung nundukan dagu (janggut) nya ke arah dada ( tanda tawadhu’), pandangan matanya selalu berada ditempat sujud.

Saat itu Uwais al-Qarni ra sedangan sholat, selesai sholat Umar Ibnu al-Khattab ra dan Ali bin Abi Thalib ra mendakit Uwais al-Qarni ra dengan ucapan salam.

“Waalaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh”. Balas Uwais al-Qarni ra.

Lalu Umar Ibnu al-Khattab bertanya: “Siapakah Anda wahai hamba Allah?”

“Saya hamba dari hamba-hambanya Allah ﷻ?”. Jawab Uwais al-Qarni ra.

“Kami sudah tahu bahwa setiap penduduk bumi dan langit adalah hamba Allah ﷻ”. Tegas Ali bin Abi Thalib ra meluruskan jawaban Uwais al-Qarni ra.

Uwais al-Qarni ra berkata: “Aku hanya seorang gembala unta dan buruh kuli”.

“Aku kami tidak bertanya tentang seorang gembala dan buruh kuli kuli, kami bertanya padamu demi tujuan mulia ini. Maka jawablah dengan menyebut nama yang telah diberikan kedua orang tuamu”. Jawab Ali bin Abi Thalib ra sedikit kesal.

Barulah Uwais al-Qarni ra menjawab: “Aku adalah Uwais al-Qarni”.

“Wahai Uwais al-Qarni! Rasulullah ﷺۢ sebelum wafat, memberitahukan kepada kami bahwa di bahu kirimu ada sebuah tanda putih yang jelas.Mohon tampakkan pada kami tanda itu”. Tambah Ali bin Abi Thalib ra.

Setelah itu Uwais al-Qarni ra membuka pudak kirinya, Umar Ibnu al-Khattab ra dan Ali bin Abi Thalib ra dengan jelas melihat tanda itu. Lalu kedua merangkul kerat dan mengecup Uwais al-Qarni.

“Wahai Uwais! Rasululullah ﷺۢ telah menuturkan, bahwa engkau adalah Sayyidu at-Tabi’in (gustinya para Tabi’in). Engakau bisa memberi syafaat sebagaimana jumlah syafaat yang dimiliki Rabbiah dan Mudhar.

Wallahu A’lamu

#Bersambung….

Related Posts