Jodoh itu Memang Sudah Diatur, tapi Kadang Kita Sendiri yang Susah Diatur

Soal jodoh kadang kita terlalu pasrah. Boleh jadi karena terlalu tinggi tawakalnya kepada Tuhan, atau jangan-jangan malas untuk berusaha. Padahal suatu apapun itu diperlukan usaha, ikhtiar, tak terkecuali urusan jodoh.

Kadang ada juga yang bilang begini “Ngapain repot-repot soal jodoh, wong jodoh itu sudah diatur sama tuhan”. Ungkapan ini benar. Jodoh memang sudah diatur tuhan, tapi pertanyaannya, apakah kita mau diatur. Jodoh sudah ada yang ngatur tapi kita sendiri kadang susah diatur.

Menurut Quraish Shihab rezeki itu harus dijemput. Begitu juga dengan jodoh karena jodoh itu bagian dari rezeki. Beliau membahasakan dengan dimulai dengan bergerak yang positif, ikhtiar yang positif. Karena rezeki itu juga tergantung ikhtiar kita dan manfaat yang diperoleh. Misal, ada orang dapat rezeki tapi ia tidak bisa memanfaatkan rezeki itu, itu bukan namanya rezeki.

Kembali ke soal jodoh, karena rezeki itu diperlukan usaha yang sesuai dengan syariat islam, dan bisa memanfaatkannya dengan baik, maka barang tentu jodoh juga harus dijemput dengan cara yang tidak melanggar syariat Islam. Harus sesuai dengan aturan syariat. Manakala jodoh kita didapat dengan cara yang tidak baik, tentu itu sudah bukan rezeki tapi malapetaka.

Tuhan akan mengatur jodohmu manakala kamu mengikuti aturan tuhan. Sehingga dengan seperti itu kita tidak termasuk orang yang sulit diatur karena kita sudah mengikuti aturan.

Jodoh itu memang misteri. Tidak mudah ditebak, tapi juga nggak terlalu sulit diprediksi. Dan semua tergantung usaha dan ikhtiar kita.

Ada orang yang sudah berpuluh-puluh tahun tunangan, segala macam cara dilakukan untuk mempertahankan, tetapi ada saja sebab dan cara Tuhan untuk tidak mempersatukan, pada akhirnya nggak jadi ke pelaminan. Sebagai refleksi, hal semacam ini tidak boleh kita artikan sebagai bentuk pemutlakan jodoh yang memang menjadi urasan tuhan. Boleh jadi usaha dan ikhtiar kita tidak diridhai tuhan untuk menuju ke pelaminan.

Sejatinya hidup ini hanya mencari ridha tuhan. Tidak lebih mulia dari apa yang kita usahakan dan ikhtiarkan selama itu tidak disertai ridha tuhan. Karenanya cinta yang baik adalah berawal dari usaha dan ikhtiar hati yang baik. Begitu juga dengan keluarga yang baik berawal dari hubungan dan usaha yang baik.

Related Posts