Perempuan Madura yang Tak Jua Menikah itu Perempuan Idealis

Penulis: Moh. Syahri

Saya sebenarnya sungkan untuk menulis ini, tapi obrolan tadi sore penting untuk saya tulis agar saudara-saudara tahu bahwa tak semua perempuan yang tak kunjung menikah di Madura itu dikarenakan tidak laku alias tak pajuh. Nah, stereotip seperti ini sebaiknya buang dulu lah.

Soal jodoh, semua punya hak untuk memilih bahkan sampai memutuskan siapa yang pantas bersamanya. Dan hal semacam ini, tak semua perempuan di Madura bisa melakukannya. Kadang ada yang tiba-tiba dijodohin dengan saudara sepupunya yang dirasa pantas untuk besanan tanpa melibatkan yang dijodohkan. Mau menolak nggak enak, nggak ditolak nggak cinta. Tapi ini generasi dulu. Sekarang sudah tidak lagi.

Ketika saya ngobrol dengan salah satu perempuan Madura yang mau lulus SMA, saya tanya

“mbak habis lulus mau kemana?

“Insya Allah lanjut studi mas, kalau nggak, ia cari kerja” jawabnya.

“Lho, kenapa nggak nikah?

“Belum mau mas, menikah kan harus mapan dulu, masak cuma suami yang harus mapan, istri juga boleh dong”, deg, jawabannya bikin saya terkejut

Diskusi ini panjang hingga 2 jam lebih saya ngobrol dengan perempuan itu. Ia orang kampungnya kampung di Madura. Tapi ia tak menutup diri untuk mendiskusikan ke mana ia hendak melanjutkan nasibnya setelah lulus SMA atau pesantren. Mau sekolah atau bekerja?

Dengan keterbukaan ini, tidak menutup kemungkinan akan ada banyak perempuan Madura memilih melajang karena belum menemukan calon yang cocok. Oleh karenanya mereka lebih fokus berkarier sebagai karyawan atau pebisnis. Ada juga yang mengabdikan diri sebagai relawan pendidikan, relawan kesehatan, atau relawan hatimu.

Jadi perempuan-perempuan seperti ini menurut saya tergolong perempuan Madura yang idealis. Dia nggak takut dengan status yang menurut sebagian orang mengkhawatirkan. Misal, karier yang sempurna, pendapatan yang cukup khawatir tak ada laki-laki yang meminangnya.

Kehadiran di pesta pernikahan yang menimbulkan bisik-bisik kenapa tidak jua menikah, membuat perempuan semacam ini tergolong perempuan yang kuat, kebal dan tahan bully. Jadi memang yang harus dipersiapkan jawaban cerdas seperti perempuan di atas ketika anda diklarifikasi soal nikah sedangkan anda punya pilihan lain.

“Kenapa tidak menikah?”, “Kok betah sendiri terus?”, “Kapan nih dikenalin sama pasangannya?”

Apalagi kalau ketemu temen lama yang jarang update, tiba-tiba sok akrab dan nanya, “Anakmu udah berapa?”

Ya,,awlah akun Lambe Turah ngalah-ngalahin.

Related Posts