Zubair bin Awwam: Sahabat Pembela Pertama Rasulullah

Kecintaan para sahabat kepada Rasulullah saw tidak perlu diragukan lagi. Dengan akhlak dan teladannya, Muhammad al-Amin telah dicintai oleh kawan-kawan dekatnya jauh sebelum ia diangkat sebagai Nabi dan Rasul. Namun ketika wahyu diturunkan kepadanya dan ia resmi diangkat sebagai Rasul pilihan, banyak orang yang menghindar darinya dan menolak segala ajarannya, meski orang-orang yang memusuhi Nabi ini tahu betul sosok Nabi agung ini tidak diragukan lagi kejujuran dan keluhuran akhlaknya.

Pada saat permulaan dakwah Nabi Muhammad saw di Mekah, tidak banyak orang yang menggubris ajarannya. Diriwayatkan dari al-Laits dari Abu al-Aswad dari ‘Urwah bahwa ketika Rasulullah saw keluar rumah untuk berdakwah di sekitar Mekah, ada seorang anak muda menenteng pedang ditangannya. Masyarakat Mekah pun terheran-heran seraya mengatakan, “Ada anak remaja yang memegang pedang (al-ghulam ma’ahu al-sayf)!”

Untuk meredakan kegaduhan Rasulullah segera bergegas menemui anak itu, seraya bertanya, “Apa yang sedang kau lakukan wahai Zubair?”

Anak bernama Zubair bin Awwam itu pun menjawab, “Aku datang untuk memukul dengan pedangmu ini siapa pun yang menyakitimu wahai Rasul!”

Dari riwayat di atas, Zubair bin Awwam terkenal sebagai sosok yang pemberani dan dijuluki dengan orang pertama yang menghunuskan pedang di jalan Allah SWT (awwalu man salla sayfahu fi sabiilillah). Ketika peristiwa itu terjadi, Zubair bin Awwam baru berusia 12 tahun.

Baca juga: Karomah Imam Al-Syafi’i, Jenazahnya Bertaburkan Mutiara

Meskipun masih terbilang remaja, keberanian Zubair bin Awwam ditopang oleh tubuhnya yang tinggi besar. Menurut kitab Siyar A’lam al-Nubala digambarkan bahwa ketika Zubair bin Awwam menunggang kuda, maka kakinya bisa menyentuh tanah. Dalam kitab yang sama, dideskripsikan bahwa pribadi Zubair bin Awwam selalu wangi dan rapi dengan jenggot tipis menghiasi dagunya.

Zubair bin Awwam adalah sepupu Nabi Muhammad SAW dari pihak ayahnya, dari bibi bernama Shafiyyah binti Abdul Muthallib. Masa kecil Zubair bin Awwam dihabiskan di Mekah, memori remaja dipenuhi dengan perjuangan membela Islam dan Rasulullah pada masa-masa awal saat Islam masih terasing dan sedikit pengikut. Atas perjuangannya membela Islam sejak masa remaja, Zubair bin Awwam termasuk sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW.

Dalam catatan Thabaqat al-Kubra Zubair bin Awwam menikah dengan Asma’ binti Abu Bakar al-Shiddiq dan dikaruniai 11 orang putra dan 9 orang putri. Salah satu putra Zubair bin Awwam dari Asma’ ini adalah Abdullah bin Zubair yang kisahnya telah dibahas pada tulisan terdahulu (Abdullah bin Zubair). Tercatat bahwa Zubair bin Awwam sempat menikahi 3 orang istri selain Asma’ yaitu Ummu Khalid, al-Rabab binti Unaif, dan Zainab.

Baca juga : Pentingnya Cinta Tanah Air Bagian dari Iman

Masih dalam kitab al-Thabaqat al-Kubra, diceritakan tentang keutamaan lain dari Zubair bin Awwam yang keluar langsung dari mulut Rasulullah saw. Rasul bersabda: “Setiap Nabi memiliki sahabat utama, sahabat utamaku adalah Zubair bin Awwam (Likulli Nabiyyin hawaariyyun wa hawarii al-Zubair bin Awwam).

Pada masa hidupnya Zubair bin Awwam tidak pernah melewatkan peperangan bersama Rasulullah saw. Keberanian Zubair bahkan digambarkan oleh Nabi saw. bahwa pada saat perang badar malaikat menjelmakan dirinya sebagai sosok Zubair bin Awwam dengan memakai jubah bersih berwarna putih keemasan.

Kehidupan Zubair bin Awwam dilalui bersama sahabat-sahabat lain hingga pasca Rasulullah saw wafat di tahun ke-10 H. Zubair menjadi saksi perang Jamal yang berada di pihak Aisyah untuk menuntut kematian Usman bin Affan. Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah pada waktu itu kemudian memulangkan rombongan Aisyah yang di dalamnya ada Zubair. (Pembunuhan Ali bin Abi Thalib dan Syair Mu’awiyah)

Baca juga: Kisah Abu Nawas Dishalati Imam Syafi’i

Zubair bin Awwam wafat ditangan Amr Ibnu Jurmuz ketika sedang melaksanakan salat Subuh pada tahun 36 H saat menginjak usia 66 tahun. Kabar kematian Zubair ini menjadi duka bagi Ali bin Abi Thalib, yang masih saudara sepupunya. Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas bahwa Ali bin Abi Thalib sempat berkata, “Nerakalah bagi pembunuh Zubairn bin Awwam.” Wallahu A’lam. [selengkapnya bisa dibaca di BincangSyariah]

Related Posts