Allah ﷻ Menikahkan Fatimah Az-Zahra dengan Ali Bin Abi Thalib Ra di Surga

Sementara Rasulullah ﷺ di kediamannya sedang bersedih memikirkan masa depan putrinya yang sudah beranjak remaja, sejak kecil dia ditinggal ibunya dan sebentar lagi akan menikah.

Lalu datanglah malaikat Jibril as menemui Rasulullah dan berkata: “Wahai Muhammad! Allah ﷻ menyampaikan salam padamu. Dia berfirman: “Janganlah engkau bersedih hati memikirkan masa depan Fatimah, aku lebih mencintai Fatimah darimu. Pasrahkan semua urusan jodoh Fatimah kepada-Ku, Aku akan menikahnya dengan laki-laki yang Aku cintai”.

Mendengar penuturan Jibril as, Rasulullah ﷺ bersujud syukur pada Allah ﷻ. Selang beberapa hari Jibril as kembali menemui Rasulullah ﷺ bersama Mikail as, Israfil as dan Izarail as serta seribu malaikat lainnya. Di tangan-tangan mereka membawa nampan yang ditutupi semacam sapu tangan, lalu diletakan di hadapan Rasulullah ﷺ.

“Apakah ini wahai Jibril as”. Tanya Rasulullah ﷺ.

Jibril as berkata: “Allah ﷻ berfirman padamu Muhammad: “Aku menikahkan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib, ini adalah gaun-gaun dan buah-buahan dari surga. Pakaikanlah gaun-gaun ini pada Fatimah dan hidangkan semua buah-buah ini pada segenap tamu yang datang.

Rasulullah ﷺ kembali bersujud syukur mendengar kabar yang disampaikan Jibril as lalu berkata: “Wahai Jibril! Putriku Fatimah akan rela dengan setiapa apa yang rela padanya tetapi aku sangat senang hati kalau semua hadiyah dan permberian ini kelak alam ke abadian bukan sekarang di dunia fana ini. Wahai Jibril! Kabarkan padaku bagaimana cara Allah ﷻ menikahkan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib di langit?”

“Wahai Muhammad! Di langit Allah ﷻ memerintahkan membuka semua pintu-pintu surga dan mengunci semua pintu neraka, kemudian Allah ﷻ memerintahkan menghias Arasy, Kursi keagungan Allah ﷻ, Pohon Thuba (keberuntungan) dan Sidratu al-Muntaha kemudian Allah ﷻ memerintahkan semua pelayan anak-anak kecil di surga agar memasang kanopi-kanopi di setiap gedung megah surga ditambah selambu-selambu yang cantik dan indah kemudian mereka duduk berbaris memeriyah pesta walimah Fatimah lalu Allah ﷻ memerintahkan semua malaikat di langit termasuk malaikat Muqarrabin, Ruhaniyin dan Karabiyyin agar berkumpul di bawah pohon Thuba (keberuntungan) setelah itu Allah ﷻ mengutus semilir angin surga agar berhembus merontokkan buah-buah di dalamnya yang mampu menghasilkan aroma Kamper, Kasturi dan Ambar pada malaikat. Setelah itu Allah ﷻ memerintahkan burung-burung agar melantuntunkan nyanyian-nyanyian surgawi dan para bidadari nan jelita diperintahkan menari serta pohon-pohon diperintahkan menabur aneka perhiasan dan manik-manik mutiara lalu Allah ﷻ memerintahkana pada anak-anak kecil dan pelayan-pelayan surga siaga menyiapkan dan melayani segela kebutuhan yang diperlukan. Setelah itu Allah ﷻ memujad Dzat-Nya dan mengundang segenap penghuni surga dengan firman-Nya:

“Sesungguhnya aku telah menikahkan Sayyidu an-Nisa’ Fatiamah dengan Ali bin Abi Thalib”.

Dan Allah ﷻ berfirman kepadaku “Wahai Jibril! Jadilah kau penganti (wakil) dari Ali dan Aku Pengganti (wakil) utusanku Muhammad. Kemudian Allah ﷻ sendiri menikahkan Fatimah dan aku yang menerimanya sebagai ganti dari dari Ali bin Abi Thalib, ini adalah akad nikah Fatimah di langit. Maka dari itu akadlah Fatimah wahai Muhammad di bumi”.

Dalam sebuah riwayat, usai mendengar saran Abu Bakar ra dan Umar bin Khattab dan para sahabat lainnya. Ali bin Abi Thalib pun memberanikan diri pergi menemui Rasulullah untuk meminang Sayyidah Fatimah az-Zahra.

Melihat kedatangan Ali bin Thalib, Rasulullah ﷺ terlihat gembira sembari teringat apa yang diceritak mailkat Jibril as tempo hari dan langsung bertanya maksud kedatangannya.

“Untuk apa kau datang menemuiku wahai Ali? Sepertinya kau datang untuk melamar putriku Fatimah?”. Tanya Rasulullah ﷺ.

Ali bin Abi Thalib ra gemetar mendengar pertanyaan Rasulullah ﷺ, tidak terasa keringat dingin mengalir dari keningnya lalu dia menjawab: “Benar, wahai Rasulullah ﷺ”.

Rasulullah ﷺ mengatakan kepada Ali bin Abi Thalib ra, bahwa sudah banyak orang yang ingin meminang Sayyidah Fatimah az-Zahra. Tetapi, Sayyidah Fatimah az-Zahra tidak memberikan jawaban atas pinangan itu.

“Tunggulah sebentar, aku memberitahu pada Fatimah tentang niatmu”. Dawuh Rasulullah.

Rasulullah ﷺ lalu menemui putrinya dan menyampaikan niat Ali: “Anakku! Ali anak pamanku datang melamarmu. Dia bukan orang asing bagimu dan kau sudah tahu keutamaannya. Ia ingin menjadikanmu sebagai istrinya. Apa pendapatmu?”. Tanya Rasulullah ﷺ.

“Engkau lebih berhak untuk memberi pendapat wahai utusan Allah!”. Jawab Sayyida Fatimah az-Zahra.

Lalu Rasulullah ﷺ bersabda: “Anakku! Sesungguhnya Allah ﷻ telah mengizinkanmu menikah dengannya, Allah ﷻ telah menikahkanmu di langit disaksikan segenap para penghuninya”.

Mendengar perkataan Sang Ayah, Sayyidah Fatimah az-Zahra bergembira. “Aku ridha dengan apa yang diridhai oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya. Kata Sayyidah Fatimah az-Zahra.

Rasulullah ﷺ kemudian kembali menemui Ali bin Abi Thalib dan menyampaikan jawaban Sayyidah Fatimah az-Zahra. Rasulullah ﷺ juga bertanya mahar apa yang akan diberikan Ali bin Thalib pada putrinya. “Mahar apa yang hendak kau berikan kepadanya?”. Tanya Rasulullah ﷺ.

Ali bin Thalib mengatakan: “Aku tidak punya apa-apa selain sebilah pedang dan baju besi Hutimayyah. Akhirnya, Rasulullah ﷺ menyuruh Ali bin Abi Thalib menjual baju besinya hasil dari ghanimah atau rampasan perang.

“Wahai Ali! Pedangmu akan kau gunakan untuk berjihad di jalan Allah ﷻ. Karena itu, juallah baju besimu itu”. Dawuh Rasulullah ﷺ.

Ali bin Abi Thalib lalu menjual baju besinya dan laku 400 dirham. Hasil penjualan baju besi itu dia serahkan kepada Rasulullah ﷺ.

Waallhau A’lamu

Referensi

📖 As-Sirah an-Nubuwah| al-Imam al-Hafidz Abi al-Fida’ Ismail bin Umar Ibnu Katsir ad-Damsyiqi| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, halaman 292|

📖 Sab’iyati fi Mawa’idzi al-Bariyat| asy-Syaikh al-Imam Abi Nashir Mumammad bin Abdu ar-Rahman al-Hamdani, halaman 131-132|

Related Posts