06/04/2020

Dikirimi Racun Mematikan, Guru Sekumpul Dapat Isyarah Lewat Mimpi

Sosok KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (akrab disapa Guru Sekumpul) adalah sosok ulama’ besar yang dikagumi jutaan manusia. Muridnya bukan hanya di Kalimantan, tapi juga di berbagai penjuru Nusantara dan dunia. Wajahnya sangat sejuk, penuh senyum, dan selalu memberikan kedamaian kepada yang menemuinya.

Dengan segala karomah yang dimilikinya, Abah Guru Sekumpul bukanlah sosok manusia yang sepi dari gangguan dan celaan. Tidak sedikit bahaya yang datang, bahkan datang dari seorang jama’ah yang mengaku-aku sebagai muridnya dan selalu mengikuti pengajiannya. Guru Sekumpul pernah difitnah sebagai tukang sihir, ahli aliran sesat, didoakan cepet meninggal, dan lain sebagainya.

Dikisahkan, pada suatu malam tahun 1997. Saat itu, Guru Sekumpul mendapatkan isyarah ilham dari Allah SWT melalui mimpi. Dalam mimpinya, Guru Sekumpul didatangi perempuan yang membawa racun untuk membunuhnya. Guru Sekumpul hanya memandangi perempuan itu, tidak sampai meminum racunnya.

Kisah mimpi itu kemudian diadukan kepada pamannya, yakni KH Semman Mulia.

“Malam tadi saya mendapatkan mimpi, ada seorang perempuan yang hendak meracuni saya. Benarkah itu, paman?”

“Betul itu. Nanti pada pengajian hari Sabtu, akan ada seorang perempuan yang memberi air kepadamu.”

Guru Semman adalah paman Guru Sekumpul. Guru Semman juga dikenal sebagai sosok ulama’ yang mempunyai kebijaksanaan yang agung. Guru Semman juga punya karomah yang luar biasa.

Akhirnya, hari Sabtu itu datang juga. Setelah pengajian usai, ada seorang perempuan datang memberikan air zamzam yang ditulisi hanya untuk Guru Sekumpul. Air racun itu tetap diterima Guru Sekumpul, tapi kemudian dibuang. Setelah dibuang, air itu mengeluarkan asap kimia. Asapnya tidak banyak, karena asapnya juga racun yang mematikan.

Dua tahun berikutnya, tahun 1999, Guru Sekumpul baru mengisahkan kejadian itu kepada para jamaahnya.

Itulah sosok mulia Guru Sekumpul. Dengan karomah dari Allah SWT, beliau dijauhkan dari fitnah. Guru Sekumpul tetap biasa, tanpa takut sedikitpun, tanpa ada dendam kepada siapapun. Kisah ini masyhur diceritakan oleh adik Guru Sekumpul, Hj. Siti Rahmah Binti H. Abdul Ghani. Adik perempuan inilah yang mengetahui dengan persis kisah ini, bahkan yang ditugaskan Guru Sekumpul untuk membuang air racun tersebut. (Yayan/Bangkitmedia.com) [Source selengkapnya bisa dibaca di bangkitmedia]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *