Ini Karomah Kiai Tebuireng Jombang yang Membuat Langit Menangis

Ketika Langit Tersindir Kyai Adlan

Ada yang mengatakan, “Kiai Adlan adalah kuncinya Kiai Hamid Pasuruan. Jadi kalau ingin mudah bertemu dengan Kiai Hamid harus harus sowan dulu ke Kiai Adlan.”

Dawuh Prof. Dr. KH. Thalhah Hasan;

“Di Tebuireng itu ada dua penghuni surga: Kiai Idris Kamali (menantu Mbah Hasyim) dan Kiai Adlan Ali. Beliau berdua sama-sama alim, wara, zuhud…”.

“Kiai Adlan Ali itu kiai yang tidak pernah melihat langit.”

Istilah ini menunjukkan saking tawadhu’nya Kiai Adlan. Ketika berjalan tidak pernah mengangkat kepala ke atas. Beliau senantiasa menunduk sopan.

Di Tebuireng, setiap bulan Ramadhan, Kiai Adlan membacakan kitab Fathul Qarib. Tepat di posisi yang dulu digunakan Hadratus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari mengajar, Kiai Adlan duduk di sana, sedangkan para santri mengitarinya sebagai halaqah ilmiah.

Dalam pengajian ini ada karomah Kiai Adlan yang tampak di setiap tahunnya. Ketika pembahasan tepat pada bab Istisqa’ (ritual memohon hujan), anehnya langit Tebuireng mendadak gelap. Dan tiba-tiba saja, bulan Ramadhan yang biasanya kemarau turun hujan deras mengguyur lahan pondok.

Langit pun malu oleh Kiai Adlan. Ia tidak pernah dipandang oleh Kiai Adlan. Ketika ia disindir lewat pembacaan bab istisqa’, maka, ia langung menangis menurunkan air mata hujannya.

Alloh..

Semoga..

*Disarikan dari buku “Karomah Sang Wali, Biografi KH. Adlan Aly” karya Anang Firdaus, diterbitkan Pustaka Tebuireng, tahun 2014.[Source: selengkapnya bisa dibaca di BangkitMedia]

(Mukhlisin)

Related Posts