Kisah Guru Sekumpul Terbuka Mata Batinnya Melihat yang Syubhat

KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (akrab disapa Abah Guru Sekumpul) mempunyai mata batiniyah yang sangat tinggi. Sejak kecil, tanda-tanda mata batiniyahnya sudah muncul. Makanya, sosok Abah Guru Sekumpul seringkali mampu melihat perkara-perkara batiniyah yang tidak disadari jama’ah dan murid-muridnya.

Suatu hari, salah seorang murid Guru Sekumpul yang berasal dari Pengaron melihat buah pisang yang ada di belakang rumahnya sudah masak. Buah pisang itu nampak besar dan ranum, karena tumbuhnya dari pohon yang subur di tepi sungai Pengaron.

Sebagai murid yang baik, ketika itu terbetik di hatinya niat untuk menyerahkan sebagian buah pisang tersebut kepada Abah Guru di Keraton Martapura.

Pada suatu saat yang sudah ditentukan, berangkatlah ia ke Martapura sambil membawa sebongkah buah pisang untuk sang Abah Guru tercinta, tepatnya di kampung Keraton Martapura, tempat tinggal Guru Sekumpul saat itu.

Sesampai di rumah Abah Guru dan berbicara seperlunya, maka sang murid pun menyerahkan pisang tersebut kepada Abah Guru. Namun, Abah Guru dengan santun dan halus menolak pemberian tersebut.

“Tolong pisang ini di bawa bulik (pulang) aja, kaena (nanti) ditanam (dikubur) di tanah, jangan dimakan, karena pisang ini bukan punya kamu. Ingatkah kamu, bahwa pisang ini larut (terbawa) di banyu sangkut (tertahan) di belakang rumah kamu, tumbuh sampai babuah, jadi bawa bulik aja pisang jangan ada yang memakannya.”

Mendengar jawaban Abah Guru ini, sang murid kemudian terpengarah dan bergetar hatinya. Sang murid sudah lupa dengan peristiwa detil itu, karena sudah lama sekali. Sang murid juga tidak sampai begiti teliti menelusuri asal-usul buah pisang itu. Hatinya bergetar dipenuhi ribuan pertanyaan yang menggelayut dalam benaknya.

Sepulangnya sang murid ke Pengaron, berdasarkan yang disampaikan Abah Guru, ia melakukan dengan penuh keta’ziman. Ia mendapatkan pelajaran yang berharga agar berhati-hati pada harta benda yang diperoleh dari mana datang dan sumbernya.

Begitulah para waliyullah menjaga perutnya dari makanan dan minuman yang syubhat, apalagi makanan dan minuman yang haram. Allah senantiasa menjaga para Wali-Nya dari perbuatan yang diharamkannya dan menjadikan seseorang yang berjiwa bersih dan suci dari sesuatu yang tak menyucikan.

Semoga bermanfaat buat kita semua, dan dari cerita karamah Abah Guru Sekumpul ini dapat kita ambil pelajaran, agar kita selalu menjaga kebersihan rezeki dari mana harta dan benda kita peroleh, apakah dari rezeki yang halal atau dari rezeki yang haram atau subhat.

Semoga menambah kecintaan kita semua kepada Abah Guru Sekumpul. Mendapat berkah dan syafaat Abah Guru, diampuni segala dosa, dikabulkan segala hajat, panjang umur, sehat badan, murah rezeki, dan Allah mudahkan langkah kita semua untuk dapat berhadir dalam setiap haulnya Abah Guru di Sekumpul Martapura. [selengkapnya bisa dibaca di bangkit media]

(Mukhlisin)

Related Posts