Kisah Perjumpaan Karomah Kiai Hasan Genggong dengan Nabi Khidir

Waktu menunjukkan jam dua belas tengah malam, pada saat itu sedang duduk-duduk beberapa santri.

Di saat itulah tiba-tiba datang seorang tamu berbaju hitam dalam keadaan basah kuyup. Tangannya mencangking jala yang di dalamnya berisi ikan.

Tamu tersebut bermaksud ingin bertemu dengan Kiai Moh. Hasan. Santri-santri sudah meyakinkan sang tamu kalau kiai Moh. Hasan sedang tidur, lebih-lebih malam begitu larut.

Tamu itu sangat mendesak dan memaksa sekali untuk bertemu dengan kiai Moh. Hasan. Ikan yang di bawa itu adalah pesanan Kiai Moh. Hasan dan malam itu juga harus di serahkan.

Dalam keadaan terpaksa maka di antarlah tamu itu langsung menuju kekediaman sang Kiai. Dan singkat cerita, ikan bawaan tamu itu langsung di suruh goreng oleh Kiai Moh. Hasan untuk dimakan bersama-sama dengan tamunya.

Ketika tamu tersebut berpamit pulang kiai Moh. Hasan menyuruh santri-santri agar mengantarkan tamu itu sampai ke jalan raya di luar.

Dan… santri-santri yang mengantarkan tamu tersebut jadi heran dan takjub, secara tiba-tiba tamunya menghilang! Siapa gerangan tamu aneh di larut malam itu?

Pada keesokan harinya sehabis sholat shubuh. Kiai Moh. Hasan memberi tahu kepada santri-santrinya yang berjama’ah di masjid; “tadi malam saya kedatangan….. NABIYULLAH KHIDIR!”

-ALLAHU AKBAR…!

KIAI MOH. HASAN adalah pengasuh pondok pesantren ZAINUL HASAN Genggong – Kraksaan Probolinggo. Lahir tahun 1860 dan meninggal 11 Juni 1955.

Penulis: Unik, Besuki Jawa Timur [Source Bangkit-Media]

Related Posts