Merasa Lebih Mulia, Merasa Surga Sudah di Tangannya

Berdoa umur panjang buat saya –sekali lagi buat saya– adalah ketakutan akan kematian dan bentuk paling nyata dari keserakahan. Saya sering mengamati banyak dari mereka yang berdoa hidup lama karena diri mereka sesungguhnya sedang takut mati.

Paling klasik, ingin lebih banyak beribadah karena didoktrin siksa kubur dan api neraka. Doktrin ini menyebabkan orang memburu ibadah disebabkan takut siksa kubur dan takut masuk neraka, jadi apapun perbuatan baik hanya untuk diberi imbalan agar tidak disiksa di dalam kubur dan neraka. Jadi beribadah mereka sebab ini, bukan sebab kesadaran sebagai manusia yang harus mengutamakan kebajikan.

Ada lagi penyakit mental tambahan, mungkin karena mendadak mampu soleh dan soleha tadi, orang-orang mendadak julid sama perbuatan orang lain. Yup, itu karena mereka merasa makin pede saat banyak beribadah dan beramal soleh. Padahal mungkin mereka menyimpan kelakuan yang sama dengan orang lain yang mereka julidin hari ini.

Sudah sangat banyak saya melihat orang yang berbuat dosa lalu mendadak alim, merasa surga sudah di tangan karena saking banyaknya amal ibadahnya. Julidin orang dia anggap sebagai, “aku mengingatkan saja”. Aku mengingatkan saja karena aku lebih mulia? Kya Kya Kya.

Jadi sungguh berbahaya manusia yang terperangkap dalam doktrin mendapat siksaan jika tidak beramal soleh dan doktrin beramal soleh akan memuliakan manusia di atas manusia lainnya. Semua pada lupa, di saat yang sama nabinya berkata, tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Satu hal, orang yang meninggikan diri sendiri paling alim di depan para pendosa buat saya menjijikkan. Lempar batu sembunyi dosa? Manusia Indonesia yang alim mendadak di internet kebanyakan demikian. Baru juga ngaji satu guru. Guru YouTube pula.

10 #Desember 2019
© Estiana Arifin

#KontenDewasa #EnbyArrowReborn

(Tulisan ini sebelumnya dimuat di beranda Facebook Estiana Arifin dimuat ulang dengan tujuan pendidikan)

Related Posts