Orang yang Kurang Membaca Memang Cenderung Kagetan, Jadi Nggak Usah Kaget

Orang yang kurang membaca memang cenderung kagetan. Dan itu pernah didauhkan alm. KH. Muchit Muzadi. Contoh soal jilbab yang akhir-akhir bikin geger jagat Maya.. Tak sedikit juga orang NU masih sering juga kagetan. Kenapa ? Ya karena bacaannya kurang luas. Sehingga wawasan keilmuannya itu-itu saja.

Mari kita belajar ke Mbah Muchit Muzadi, beliau sosok yang gemar membaca berbagai literatur. Luar biasanya beliau tak hanya membaca buku yang sepaham. Tapi juga membaca buku yang bahkan berseberangan, baik lintas mazhab maupun lintas kajian. Beliau juga suka diskusi. Karena orang yang suka membaca itu pasti juga suka menulis dan diskusi. Pikirannya tidak jumud. Dan tidak anti dengan pendapat orang yang berbeda. Kiai Muchit Muzadi adalah tokoh NU yang produktif menulis dan sering mengisi kajian-kajian menarik pada masanya. Semoga masih ada tokoh yang menimal suka membaca seperti beliau walaupun secara kualitas keilmuan tidak bisa sama.

Sedari awal Mbah Muchit sudah mewanti-wanti kita agar memiliki wawasan yang luas dan komprehensif. Lebih-lebih warga Nahdliyyin. Dan sekarang kita bisa lihat betapa banyak yang masih kagetan dan kebakaran jenggot ketika melihat orang yang berbeda pendapat. Anehnya, sudah nggak suka baca, sombong lagi.

Bersyukur sekali orang NU masih punya sosok seperti Gus Nadirsyah Hosen dan tokoh-tokoh ulama muda lainnya yang yang bacaan literatur kitab kuningnya sangat kuat, kita tinggal menerima jadinya. Nah, ini juga masih jadi masalah. Sudah dikasih jadinya, malas lagi membaca. Bayangkan jika anda harus disuruh baca sendiri dengan kitab yang kadang kita tidak tahu dan tidak kenal kitab apa yang dibaca dan dijadikan referensi itu. Dan bayangkan jika kitab yang dijadikan referensi itu juga mahal harganya sedang-kan kita tak mampu untuk membelinya. Membeli aja berat apalagi membacanya (kata Gus Baha’). Ruwet kita ini.

Akibatnya, orang yang nggak suka membaca tapi ngotot mau berdebat sama halnya kita berdebat dengan tembok. Argumentasi-argumentasi itu saja yang diputar-putar kesana kemari. Seolah-olah dirinya paling benar. Jurus terakhirnya biasanya menyerang personalnya dengan cacian, dan umpatan. Nah, kita yang jadi sasaran Perdebatan sebaiknya jangan sekali-kali melayani orang seperti itu. Ketawain aja dari jauh. Hehehehe ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜‚

Alfatihah untuk Mbah Muchit Muzadi…….

Related Posts