Orang Yang Terus-menerus Berbohong, Pasti Menyembunyikan Sesuatu

Judul di atas Itu yang diucapkan dr. Joo Hyun-woo di episode ke 11 drakor berjudul Blood. Drama Korea ini sebenarnya bagus, karena banyak quotes di dalamnya. Tapi di negaranya film ini termasuk gagal, ratingnya hanya 5,5 % saja. Penyebabnya, penonton terganggu dengan akting Goo Hye Sun di drama itu. Sama, saya juga. Padahal drama ini dibuat dengan adegan awal yang keren. Tapi kita ga membahas itu, kita membahas soal kebohongan.

Belum lama, ada yang mengkritik saya. Katanya, tiap kali seorang suami berselingkuh, si istri malah saya suruh mengevaluasi hubungan yang dia punya dengan suami jenis itu, ketimbang memaafkan. “Padahal suami selingkuh bisa jadi karena kekurangan si istri,” paparnya.

Terus-terang saya ga paham orang yang berkianat kepada pasangan hidupnya tapi menyalahkan pasangannya sebagai penyebab dia berkhianat. Menikahi seseorang, mau itu karena cinta atau karena dipaksa oleh perjodohan, membuat siapapun terikat dengan komitmen. Menjaga komitmen adalah persoalan seseorang menghormati dan jujur terhadap dirinya sendiri. Ketika kita mengikat diri dan berjanji, tidak ada jalan lain kecuali memenuhi janji ini. Apakah ada seseorang melakukan janji pernikahan, sejak awal ingin jadi pengkhianat pernikahan? Kalau ya, ada baiknya tidak usah menikah. Jadi berzina saja maksud kamu, Ce? Takut berdosa zina, ya? Bukankah dosa zina orang yang sudah menikah justru hukumannya mati di lempar batu, sedangkan mereka yang belum menikah dosa zinanya hanya dicambuk. Walau hukum fisik dinilai tidak manusiawi, ada baiknya orang yang memegang doktrin seperti itu menyadari hukuman seperti itu ada. Selingkuh, apakah itu bukannya zina?

Perkataan ‘suami selingkuh bisa jadi karena kekurangan istri’ adalah psychological projection. Yaitu ego suami membela dirinya sendiri terhadap perselingkuhan yang dia lakukan dan menyangkal kesalahan tersebut mereka perbuat dengan menghubungkannya dengan kekurangan si istri. Berarti hanya orang yang tidak sehat yang akan berpikir seperti itu atau melakukan hal yang demikian.

Lalu apa hubungannya dengan perkataan dr. Joo Hyun-woo di atas? Saya meminta seseorang mengevaluasi hubungan dia dengan suami yang berselingkuh adalah karena perselingkuhan sangat pasti dilakukan oleh orang yang terus-menerus berbohong. Orang yang jujur tidak akan melakukan pengkhianatan seperti ini. Kebohongan tidak akan sekali karena perselingkuhan yang disembunyikan tidak cukup ditutupi oleh sebuah kebohongan saja. Kebohongan yang terus-menerus akan menjadi habit sepanjang pernikahan. Jika seseorang memaafkan pasangan peselingkuh tanpa mengevaluasi hubungan mereka, pikirkanlah tindakan itu akan menjadi peluang atau kesempatan untuk dimanfaatkan peselingkuh dan ini akan menimbulkan sebuah kebiasaan. Kebiasaan akan membentuk perilaku. Saat itu maaf kamu itu bukan menyelamatkan pernikahan. Ga percaya silakan lakukan dan jangan lupa untuk #AskEA jika tidak lagi tahan.

Oke, jika kamu adalah istri yang punya kekurangan. Entah kurang ajar atau kurang mesra atau kurang sehat. Tetap kamu harus evaluasi hubungan pernikahan yang telah diisi perselingkuhan, jangan egois membuat orang berkata dia berkhianat karena kamu itu tidak layak buat dia bahagia. Sadar diri, mundurlah. Kita tidak bisa mendapatkan kebahagiaan dari seseorang jika orang itu merasa tidak guna berbahagia dengan kita. Hidup itu tetap saja take and give kenyataannya. Jadi jangan berdalih menyelamatkan pernikahan demi anak-anak dan rumah tangga. Bedakan takut bercerai dengan mempertahankan hubungan. Bedakan pula mempertahankan hubungan dengan menolak disingkirkan. Kecuali kamu lemah ekonomi dan ga mau rugi uang, masuk akal kamu bertahan. Karena uang adalah alasan apapun jadi logis pada manusia abad ini.

2 #Desember 2019
© Estiana Arifin

#KontenDewasa #EnnyArrowReborn

(Tulisan ini sebelumnya dimuat di beranda Facebook Estiana Arifin dimuat ulang dengan tujuan pendidikan)

Related Posts