Perbuatan Manusia yang Paling Banyak Masuk Surga dan Neraka

Sebagai muslim yang beriman sudah mengetahui bahwa semua amal perbuatan kita akan diminta pertanggung jawaban di akhirat nanti. Tak terkecuali yang sekecil atom pun tetap akan mendapatkan balasan tentunya secara proporsional dan terukur. Karena Allah maha adil atas semua makhlukNya. Jika amal shaleh maka dibalas dengan surga dengan segala kenikmatannya, dan jika amal buruk maka neraka balasannya dengan segala penderitaan yang menyakitkan.

Dalam Al-Qur’an maupun Hadis banyak digambarkan bagaimana surga dan bagaimana neraka. Surga ada tujuh tingkatan dengan nama yang berbeda-beda sesuai kelas dan peruntukannya. Ada kelas VIP, menengah dan biasa sesuai amal perbuatannya selama hidup di dunia.

Neraka juga tidak jauh berbeda dengan surga. Neraka juga ada tujuh tingkatan sesuai dengan kelasnya. Semakin besar maksiatnya seseorang kepada Allah maka semakin menderita ia di neraka nanti.

Lantas siapakah gerangan yang berhak mendapatkan surga dan segala kenimatannya dan siapa pula yang mendapatkan neraka dengan segala pederitaannya?. Tentunya yang berhak menerima surga adalah orang-orang yang dikehendaki Allah atas atas segala amal kebaikannya. Dan orang yang menerima neraka adalah yang dikehendaki Allah atas segala amal buruknya di dunia.

Suatu ketika Baginda Nabi ditanya tentang orang-orang yang paling banyak masuk surga dan yang paling banyak masuk neraka. Berikut gadisnya:

وعن أبى هريرة رضي الله عنه قال : سئل رسول الله صلى الله عليه و سلم عن أكثرما يدخل الناس الجنة. فقال : تقوى الله وحسن الخلق، وسئل عن أكثرما يدخل الناس النار، فقال الفم والفرج ( رواه الترمذى، وقال حديث حسن صحيح)

“dari Abi Hurairah ra dia berkata: Nabi ditanya tentang amal yang membuat manusia banyak masuk surga, maka Beliau bersabda: takwa kepada Allah dan akhlak yang baik. (Dan Nabi ditanya lagi) dan apa yang membuat manusia banyak masuk neraka, Beliau menjawab: mulut dan kemaluan. (HR. At-Tirmidzi, dia mengatakan hadis ini Hasan lagi shahih)

Dari keterangan hadis di atas dapat dijabarkan bahwa paling banyaknya orang masuk surga adalah:

Pertama, orang yang bertakwa kepada Allah. Takwa adalah mudal utama manusia masuk surga. Takwa berarti meyakini akan kekuasaan Allah dengan melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala larangannya.

Takwa sangat luas cakupannya, untuk memudahkan mengartikannya maka ulama mendefinisikan takwa adalah mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya (imtistalu awamirillahi waj tinabu nawahihi). Ini mengartikan bahwa semua manusia dihadapan Allah adalah sama hanya ketakwaan yang membedakannya.

Kedua, orang yang berakhlak mulia. Hal ini sesuai dengan risalah Nabi yaitu menyempurnakan akhlak. Namun pengertian tidak sesingkat dan semudah pengucapannya. Akhlak secara vertikal dan secara horizontal.

Akhlak secara vertikal adalah bagaimana cara kita besrsikap kepada sang khalik. Imam Ghazali ( di dalam kitab Muroqqil ubudiyah hlm. 87) mengatakan bahwa di antara akhlak manusia kepada Allah adalah merendahkan diri karena memang manusia adalah makhluk hina, menyadari bahwa semua makhluk termasuk manusia butuh kepada Allah dan Allah tidak butuh kepada makhluk, menyegerakan pelaksanaan perintahNya dan menjauhi larangannya, senantiasa berdzikir dan sebagainya. Sementara adap kepada sesama menurut Imam Ghazali diantaranya adalah tidak sombong, menebar kebaikan, santun dalam bersikap dan berintak dan sebagainya.

Sementara orang yang paling banyak masuk neraka adalah sebagai berikut:

Pertama, orang yang tidak pandai menjaga mulut. Imam Ghazali mengatakan bahwa fungsi diciptakannya mulut adalah untuk memperbanyak dzikir, baca Al-Qur’an, menyampaikan petunjuk kejalan yang benar, menjelaskan maksud hati akan hajat dunia ataupun akhirat. Maka menurut beliau (Imam Ghazali) jika mulut gigunakan kepada hal-hal diluar tujuan penciptaannya maka orang tersebut telah kufur nikmat.

Jika orang melakukan hasud, adu domba ( namimah ), membicarakan kejelekan orang lain ( ghibah ) dan semacamnya maka berati dia telah kufur nikmat maka Allah mengancam dengan siksa yang amat pedih. Tidak lain dan tidak bukan adalah neraka.

Kedua, orang yang tidak pandai menjaga kemaluan. Kita wajib menjaga kehormatan kita dengan senantiasa menjaga kemaluan dari hal-hal yang dilarang oleh Allah.

Menjaga kemaluan adalah salah satu pekerjaan yang sulit dan tidak semua orang dapat melakukannya. Sebab, ia selalu terkoneksi dengan syahwat.

Ada lima kunci untuk bisa menaklukkan syahwat yaitu, menjaga mata dari pandangan haram, menjaga otak dari berpikir yang tidak pantas dipikirkan, menjaga perut dari makanan syubhat apalagi haram. Sebab itu semua adalah gerbang syahwat.

Itulah orang-orang yang paling banyak masuk surga yaitu orang bertakwa dan orang yang senantiasa berakhlak, berbudi pekerti yang luhur. Takwa dan akhlak merupakan paket yang tak bisa dipisahkan karena itu adalah ruh dari Islam yang rahmatan Lil Al-Amin. Dan semoga termasuk orang yang pandai menjaga mulut dan kemaluan. Amin

Related Posts