Potensi Persoalan Pendidikan 2020

The five education trends to watch in 2020: Artificial intelligence in he/she and the impact on student retention, Smartly using current current technology, Integration of new technology to complement current infrastructure, Student wellbeing, Teacher workload and retention.โ€ – London Excel

Memasuki tahun 2020 diduga ada potensi persoalan pendidikan yang cukup serius. Persoalan ini sangat terkait dengan keinginan kuat membangun SDM unggul untuk menghadapi tantangan global. Jika diupayakan serius pembangunan sistem pendidikan nasional, insya Allah akan terwujud Kualitas SDM yang diinginkan. Untuk mewujudkan sistem pendidikan yang dimaksud diduga ada sejumlah potensi persoalan yang akan muncul.

Pertama, grand design sistem pembangunan pendidikan nasional yang pernah dilontarkan oleh Mas Mendikbud harus benar-benar valid. Artinya bahwa grand design yang akan dibuat tidak hanya berangkat dari asumsi, namun harus didukung oleh hasil riset yang handal. Tapi mungkinkah itu dapat diselesaikan dalam waktu enam bulan. Grand design sistem pendidikan nasional tidak boleh hanya menjangkau 5 tahun saja, tetapi targetnya harus dapat menjangkau 10 atau 25 tahun.

Kedua, UU no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (disingkat dengan UUSPN) relatif sudah kadaluarsa. Karena itu harus menjadi prioritas betul oleh Kemdikbud, sehingga sistem pendidikan nasional benar-benar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan bangsa yang sudah jauh berbeda dengan era-era awal 2000-an. Untuk menjamin wibawa UUSPN baru, turunan UUSPN 2003 seperti UU tentang Guru dan Dosen, UU tentang Sistem Pendidikan Tinggi, UU tentang Pendidikan Kedokteran, UU tentang Keinsinyuran, dan lain-lain perlu ditata lagi. Karena sangat mungkin akan muncul UU tentang Pendidikan Dasar, UU tentang Pendidikan Vokasi. Yang mestinya posisinya ada di PP tetapi ada pada UU dikhawatirkan sekali terjadi benturan isi pasal.

Ketiga, persoalan mutu pendidikan menjadi concern semua. Meningkatkan mutu seharusnya tidak hanya pada jenjang tertentu, melainkan semua jenjang, terutama untuk menghasilkan SDM yang bermutu. Walaupun demikian untuk menyesuaikan kondisi riil di lapangan yang sangat perlu diprioritaskan adalah meningkatkan mutu pendidikan dasar, karena kebijakan wajar 12 tahun baru dideklarasikan rintisannya Juni tahun 2012 dan secara resmi dideklarasikan Juni 2015.

Keempat, persoalan Kurikulum muncul kembali. Kurikulum yang telah mengalami beberapa revisi yang akhirnya telah direncanakan 2020 akan diberlakukan secara menyeluruh Kurikulum 2013 versi final menjadi tertahan. Hal ini disebabkan oleh keinginan Presiden untuk melakukan perubahan total Kurikulum dan pernyataan Mendikbud untuk penyederhaan Kurikulum. Penanganan kurikulum harus jelas, sehingga tidak merepotkan praktisi pendidikan.

Kelima, persoalan kualitas guru yang tidak pernah berhenti. Baseline kompetensi guru secara umum memang belum membanggakan, kendatipun mereka sudah bersertifikat pendidik. Belum lagi tantangan baru dengan adanya pembelajaran berbasis IT dan pembelajaran yang berorientasi untuk peningkatan HOTS dan pembinaan karakter. Demikian pula peningkatan kapasitas bahasa asing yang sangat diperlukan setiap warga Indonesia yang secara otomatis sebagai warga dunia. Untuk itu pembinaan guru secara berkelanjutan perlu terus diupayakan dengan pada guru sendiri dan dukungan pihak lain.

Keenam, persoalan pendidikan kejujuran dan vokasi. Keinginan untuk meningkatan tenaga melalui pendidikan kejujuran dan meningkatkan temaga ahli melalui pendidikan vokasi adalah suatu kebijakan baik. Namun persoalannya pendidikan kejuruan tidak serta merta disediakan prasarana dan sarana akademik untuk melengkapi laboratorium, bengkel atau workshop. Berdasarkan kondisi empirik itulah ada sindirian SMK Sastra. Untuk itu perlu dukungan pemerintah dan dunia bisnis dan dunia usaha untuk kegiatan praktikum, sehingga mampu meningkatkan kualitas keterampilan dan keahlian.

Ketujuh, persoalan pendidikan karakter sangat mendasar bagi pembangunan insan Indonesia. Pada kabinet sebelumnya telah menberikan fokus untuk terlaksananya Revolusi Mental. Pemerintah dan masyarakat telah berusaha untuk mewujudkan, namun masih belum memuaskan. Karena begitu strategisnya pendidikan karakter untuk menghasilkan SDM unggul, maka tahun 2020 dan seterusnya pendidikan harus bisa ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya melalui tiga jalur pendidikan, pendidikan kekuarga, sekolah dan luar sekola secara sinergis dengan dukungan political wil pemerintah bersama orang tua dan masyarakat serta tokoh agama yang diwujudkan dengan Gerakan Pendidikan Karakter untuk semua secara berkenjutan.

Demikianlah beberapa persoalan pendidikan yang diperkirakan akan muncul di 2020, di samping ada beberapa persoalan utama yang mungkin muncul selanjutnya sesuai dengan dinamika sosial yang sangat cepat. Kita sangat sangat menyadari bahwa persoalan pendidikan tidak ajan pernah berhenti dan selalu muncul. Karena itu semua pelaku pendidikan sangat perlu memiliki kompetensi adaptasi untuk bisa secara kreatif mampu membuat alternatif solusi terhadap persoalan pendidikan yang muncul dan tidak gagap iptek dan imtaq. Semoga. (Yogyakarta, 02/01/2020, Kamis,
Pk. 05.50

Related Posts