Gus Baha Orangnya Asyik, Hangat, dan Suka Kelakar.

Waktu pertemuan para kiai di Kajen Pati Jawa Tengah beberapa minggu lalu, saya ngobrol dengan Gus Baha agak panjang tentang kitab-kitab, pesantren, dan dunia kekiaian. Orangnya asyik, hangat, dan suka kelakar.

Tak terkesan dia angkuh dan sombong. Makanya, ketika 3-5 hari terakhir percakapan tentangnya agak pejoratif, saya kaget. Mosok iya sih. Apa mungkin karena saya tak ikut mendengarkan ceramah-ceramahnya. Ntahlah.

Tapi bagi saya, suka dan tak suka itu perkara biasa. Mustahil semua orang suka sama kita, seperti juga tak mungkin semua manusia membenci kita. “Dalam hidup, selalu ada benci dan cinta”, begitu kata para bijak bestari.

Namun, jika saya boleh berharap; kenapa kita tak fokus mendiskusikan pikiran-pikirannya jika memang ada yang perlu didiskusikan. Artinya, kita tak perlu memperbincangkan style atau gaya bertuturnya karena setiap penceramah punya gaya dan cara bertutur berbeda-beda.

Sebab, dalam berceramah, isi ceramah itu adalah ushul (pokok), sementara gaya berceramah adalah furu’ (cabang). Mari kita berfokus pada yang ushul dan tak meributkan yang furu’ yang tak kita sukai. Itu saja sih, menurut saya.

Rabu, 6 Pebruari 2020
Salam,

Abdul Moqsith Ghazali

Related Posts