Kisah Kiai Nafi' Mudah Menangis Saat Membaca Khutbah dan Shalat - Atorcator

Kisah Kiai Nafi’ Mudah Menangis Saat Membaca Khutbah dan Shalat

 

Shalat Jum’ah di Masjid Kajen mengingatkan Penulis saat-saat nyantri di PP. Raudlatul Ulum asuhan KH Ahmad Fayumi Munji.

Salah satunya adalah saat mendengar KH Ahmad Nafi’ Abdillah menangis saat membaca khutbah kedua Dan saat menjadi Imam.

Saat khutbah kedua, KH Ahmad Nafi’ Abdillah menangis saat berdoa, tepatnya pada kata:

الهي هذا حالنا لا يخفي عليك”

Wahai Tuhanku, inilah kondisi Saya Apa adanya yang tidak Samar bagiMu.

Saat menjadi Imam khutbah, KH Ahmad Nafi’ Abdillah menangis saat membaca Surat para rakaat kedua, tepatnya pada ayat:

الا من تولي وكفر فيعذبه الله العذاب الاكبر ان الينا ايابهم ثم إن علينا حسابهم

Kecuali orang yang berpaling Dan ingkar, maka Allah menyiksanya dengan siksa Paling besar. Sesungguhnya kepada Kami tempat kembali mereka, kemudian sesungguhnya pada Kami hitungan Amal mereka

Dalam Penghayatan

Salah satu kebahagiaan seorang Muslim adalah apabila bisa menangis saat membaca ayat-ayat Al-Quran, khususnya pada saat ayat-ayat yang menjelaskan siksa Allah kepada perilaku yang menyimpang.

Orang bisa menangis karena melihat dirinya lemah, banyak dosa, Tidak kayak masuk surga, Dan berhak disiksa.

Penghayatan mendalam terhadap ayat-ayat Al Qur’an ini membuat seseorang merasa menjadi hamba Allah yang masih jauh dari kriteria baik sehingga Harus terus meningkatkan kualitas Amal, selalu berdzikir kepada Allah, Dan tidak mengurangi dosa Dan kemaksiatan yang dilakukan.

Membaca Al Qur’an menjadi media pertaubatan yang efektif bagi orang-orang yang mendapat Rahmat Allah.

Ingat Firman Allah:

أفلا يتدبرون القران ام علي قلوب اقفالها

Apakah mereka Tidak menghayati-merefleksi kandungan Al Qur’an, atau dalam hati-hati Ada tutupnya

Bertambah Iman

Maha Benar Allah yang menjelaskan ciri orang mukmin adalah

إنما المؤمنون الذين إذا ذكر الله وجلت قلوبهم وإذا تليت عليهم آياته زادتهم إيمانا وعلي ربهم يتوكلون

Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang ketika Allah disebut bergetar hatinya, ketika dibaca ayat-ayat Allah imannya bertambah Dan kepada Tuhannya mereka berserah diri

Meneladani KH Ahmad Nafi’ Abdillah, Kita harus berusaha menghayati Al Qur’an, melihat diri yang banyak dosa, Dan berusaha meningkatkan kualitas Amal ini sedikit Demi sedikit. Lebih indah lagi jika bisa menangis saat membaca Al Qur’an sebagai karunia Allah bagi hambaNya.

الي روح شيخنا احمد نافع عبد الله الفاتحة … امين

والله اعلم بالصواب

IPMAFA, Sabtu, 29 Februari 2020

komentar

Related Posts