Pesan untuk Anak Muda

“Jagalah lima hal sebelum lima hal. (1) Mudamu sebelum datang masa tuamu, (2) sehatmu sebelum datang masa sakitmu, (3) waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, (4) kayamu sebelum miskinmu, (5) hidupmu sebelum matimu.” (HR Al Hakim)

Anak muda adalah pemilik masa depan. Mereka seharusnya memiliki persiapan yang cukup. Sayang sekali tidak semua anak muda seperti itu. Mereka terlalu asyik menikmati masa mudanya, kendatipun kadang-kadang di antaranya menjadi korban. Hal ini terjadi, karena mereka takut kehilangan masa mudanya. Kita tidak bisa biarkan. Untuk itulah sikap yang bijak perlu ditunjukkan, walau sedikit usahakan bisa memberi nasehat. Berupa pesan penting untuk selamatkan anak muda.

Ada sejumlah pesan yang baik untuk anak muda, agar mereka bisa maju terus dengan selamat. Tanpa diganggu selama proses perjalanan hidupnya oleh sejumlah faktor yang tidak perlu terjadi. Pertama, teguhkan dan kuatkan iman dan taqwa kepada Allah swt untuk menghadapi derasnya tuhan-tuhan (Ilah-Ilah) moderen. Produk-produk kemajuan iptek yang cenderung dituhankan, sehingga menomorduakan Tuhan. Di samping isme-isme yang menyeret perhatian anak muda sehingga menjauhkan dari kehidupan beragama. Padahal ke depan tantangan hidup jauh lebih berat. Jika anak muda yang sekarang berada di usia transisi tidak memantapkan iman dan taqwanya, maka dikhawatirkan mereka di kemudian hari tidak memiliki filter terhadap ideologi dan budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan bangsa. Kedua, temukan passion, sesuatu yang paling disukai atau digemari. Kegiatan atau pekerjaan yang didasarkan pada passion-nya memiliki potensi besar untuk sukses, yang sangat penting di era kompetisi dewasa ini. Passion perlu terus dijaga sehingga terasa efektivitasnya bagi pencapaian tujuan akhirnya.

Ketiga, belajar untuk pengendalian diri, sesuatu yang memiliki nilai tinggi dibandingkan dengan kapasitas intelektual dewasa ini. Sudah terbukti bahwa kecerdasan emosional yang dalam satu indikatornya adalah pengendalian diri, berkontribusi cukup besar terhadap kesuksesan. Keempat, perjuangkan integritas, sesuatu yang sangat penting di era terbuka. Kejujuran dan tanggung jawab dalam kehidupan bersama itu penting sekali. Kita harus upayakan anak muda belajar dan membentuk pribadi yg berintegritas. Dengan integritas yang tinggi, trust akan didapat. Anak muda yang trusted memiliki modal yang besar untuk raih sukses.

Kelima, tempa diri menjadi pribadi yang tidak takut akan kesulitan dan penderitaan, sesuatu yang prinsipil dalam hidup. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian merupakan perjuangan hidup yang penting menuju sukses. Prihatin atau riyadhoh dalam hidup itu perlu bagi orang yang memiliki impian besar. Hidup nekat yang perhitungan itu penting, terutama bagi anak muda yang memiliki cita-cita. Keenam, Kuasai lebih dari satu keahlian/bidang, sesuatu yang perlu diupayakan dengan sungguh-sungguh. Anak muda memiliki keahlian utama dan alternatif sangat diperlukan dalam menghadapi persaingan yang terus berubah dan tidak menentu. Di samping anak muda memiliki keahlian dan kecakapan double atau jamak, juga perlu kreativitas untuk melahirkan solusi alternatif.

Ketujuh, biasakan banyak membaca dan sharing, sesuatu yang patut diupayakan adanya budaya membaca. Membaca bagi anak muda adalah cara yang penting untuk menambah ilmu dan wawasan. Meng-update diri dengan membaca merupakan cara yang strategis untuk bisa ikuti perkembangan jaman. Sangat berarti untuk mengadaptasikan diri dengan setiap perubahan. Selain ilmu dan pengalaman bertambah, perlu juga kebutuhan untuk sharing dengan pihak lain. Dengan sharing ilmu terasa manfaatnya. Kedelapan, jaga dan bangun silaturahmi, karena pada saatnya kita baru merasakan manfaatnya. Sesuatu yang perlu terus diupayakan setiap pribadi, terutama insan yang berada di masa transisi. Silaturahmi tidak hanya berarti untuk kuatkan diri, namun bisa hadirkan keuntungan di kemudian hari. Yang tidak pernah kita bayangkan hari ini.

Kesembilan, hargailah adanya perbedaan, sesuatu yang terus menjadi kebutuhan. Ingat setiap individu itu unik. Konsekuensinya, terjadi gaya hidup yang satu dan lainnya. Karenanya perbedaan itu sunnatullah. Dengan begitu kita sudah sepatutnya, antara yang satu dan lainnya berbeda dan harus saling respek. Anak muda sering melihat perbedaan dijadikan alasan kuat untuk konflik dan atau adu kekuatan. Kini saatnya merubah mindset, bahwa kita harus saling menghargai perbedaan yang ada. Setiap individu punya keunggulan yang berbeda. Untuk itu saatnya saling sinergi dan kolaborasi untuk hadirkan kekuatan. Kesepuluh, bangun jaringan, sesuatu yang esensial bagi anak muda untuk membangun kekuatan baru. Kehidupan kini dan ke depan semakin kompleks. Karenanya tidak cukup mengendalikan keunggulan individual. Kini dan mendatang era pentingnya kecerdasan kolektif, bahwa yang diandalkan bukan pendekatan disipliner semata, melainkan juga pendekatan interdisciplinare, multidisciplinare dan transdisipliner. Disinilah dirasakan urgensinya membangun jejaring. Saling menguatkan antara satu dan lainnya. Anak muda didorong untuk bisa membuka diri untuk bisa berkolaborasi secara sinergis dengan yang lain.

Kesebelas, jauhi pergaulan bebas dan penyalahgunaan obat terlarang. Sesuatu yang penting diingatkan dengan keras bagi anak muda. Sesuatu yang menggoda dan menyenangkan, tetapi membawa korban saat ini dan mendatang. Bisa jadi jika berlebihan, masa depan menjadi suram. Karena itu berhati-hati dalam berteman, seseorang itu sangat tergantung temannya. Kedua belas, hindari budaya pop, sesuatu yang bisa menjebak dan menyesatkan. Budaya pop cenderung mudah mensugesti dan mengundang anak muda, karena mereka sedang krisis identitas dan sedang mencari model yang menjadi acuan untuk dirinya. Karena itu menjadi tanggung jawab orangtua dan guru atau tokoh masyarakat untuk bisa menghadirkan model yang baik untuk membentuk identitas anak muda. Hindarkan anak muda dari dominasi budaya pop, sehingga anak muda terselamatkan masa depannya.

Anak muda berjuang pada hari ini, insya Allah pada saatnya menjadi orangtua yang menang, yang akan dikenang oleh generasi mendatang. Karenanya jangan sia-siakan anak muda, lewati masa yang penting itu dengan senang-senang, tanpa berpikir panjang, dengan malang melintang. Karena bisa jadi korban jaman yang berakhir dengan tidak tenang. Semoga Allah swt menjadikan kita orang dewasa, utamanya orangtua yang selalu sabar dan tidak putus asa dalam mengawal anak muda, agar mereka selamat dan sukses hidup di dunianya sampai di akhiratnga. Aamiin. (Yogyakarta, 31/01/2020, Jum’at, pk 08.18)

Related Posts