Ketika Rasulullah Ditanya di Mana Allah, Apa Jawabannya ?

Syaikh Ibnu Katsir dalam tafsirnya menulis :

وَقَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ: أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ عَوْفٍ، عَنِ الْحَسَنِ، قَالَ: سَأَلَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ [النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ] : أَيْنَ رَبُّنَا؟ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: {وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ} الْآيَةَ

Abdurrazaq berkata: Ja’far bin Sulaiman mengabarkan padaku dari Auf dari Al-Hasan. Dia berkata:

Para sahabat Rasulullah bertanya pada Nabi: “DI MANA TUHAN KITA?”

Maka Allah menurunkan [ayat]: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku”.

Keterangan yang sama dengan di atas juga diceritakan oleh Imam at-Thabary, ar-Razi, dan banyak lainnya dari Al-Hasan. Sanad hadis ini mursal, tapi maknanya tak ditolak oleh satu pun ulama sebab ayatnya sudah begitu jelas menegaskan soal itu. Bahkan ayat tersebut merupakan panduan yang konkret tentang bagaimana seharusnya seorang muslim menjawab ketika ditanya soal Allah.

Related Posts