06/04/2020

Kisah Abu Nawas dan Bisnis Jin Kafir

Penulis: KH Helmi Hidayat, dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakara.

Terlalu banyak cerita tentang jin bisa saya ungkapkan dalam catatan saya selama saya berada di Mekkah selama masa haji lalu, mulai dari kisah keberadaan Masjid Jin yang terletak tak jauh dari pusat perbelanjaan Ja’fariyyah, atau salah satu kecamatan di Mekkah bernama Mahbas Jin, sampai pengalaman saya pribadi diajak bercanda menjelang tidur di kamar oleh ‘’oknum tak tampak’’. Saya tak mau buru-buru menyebut ‘’oknum’’ itu adalah bangsa jin, toh dia tak tampak. Hanya saja beberapa kawan yang saya ceritakan pengalaman nyata itu segera menyebut ‘’wah, itu mah jin.’’

Kali ini saya lebih tertarik bercerita tentang Abu Nuwas yang pernah berbisnis jin kafir. Kisahnya dimulai ketika pada suatu ketika, Baghdad pernah geger akibat seorang penceramah menyebut-nyebut jin kafir. Orang-orang kemudian berkasak-kusuk, benarkah ada jin kafir? Jika benar ada, bagaimana rupanya? Apa beda wajah jin kafir dengan jin Muslim? ‘’Kalau ada yang bisa menunjukkan wajah jin kafir, saya akan bayar dia 1000 dirham emas, tunai,’’ kata Abu Rusydi al-Samarqandi, orang terkaya ketiga di Baghdad.

Dari semula meributkan soal ceramah tentang jin kafir, masyarakat Baghdad kini beralih jadi meributkan tantangan Abu Rusydi. Maklum, dengan 1000 dirham emas, orang saat itu bisa membeli satu rumah kebun lengkap dengan 100 ekor unta. Jika melamar satu gadis hanya butuh 25 ekor unta, dengan 100 ekor unta itu seseorang berarti bisa melamar empat gadis sekaligus. Hmmmm …, menarik!

Maka, mulailah orang-orang berburu ‘orang pintar’ yang bisa diajak berbisnis jin kafir. Dari satu desa ke desa lain masyarakat blusukan mencari kemungkinan menemukan ‘orang pintar’ yang bisa diajak berbisnis kilat itu. Tapi, sampai seminggu sejak Abu Rusydi mengeluarkan sayembara tak tertulis, tak satu pun ‘orang pintar’ ditemukan. Di hari kesembilan, tiba-tiba Abu Nuwas muncul di tengah pasar mengabarkan kepada publik bahwa dia bisa menunjukkan wajah jin kafir.

Kabar menggembirakan ini akhirnya sampai ke telinga Abu Rusydi. Dia senang bukan main bahwa pada akhirnya dia akan melihat wajah jin kafir dalam hidupnya. Segera pengusaha perkebunan kurma ini mengutus ajudannya untuk menerima tantangan Abu Nuwas. Tapi Abu Rusydi orang cerdik. Dia membalas tantangan Abu Nuwas dengan memberi pesan jika pujangga Baghdad itu gagal menunjukkan wajah jin kafir, sebaliknya Abu Nuwaslah yang harus membayar denda 1000 dirham kepadanya.

‘’Katakan kepada Abu Rusydi, bahkan saya berani membayar 2000 dirham emas jika saya gagal menunjukkan wajah jin kafir kepadanya,’’ tegas Abu Nuwas kepada utusan Abu Rusydi.

Di hari yang disepakati, Abu Rusydi menunggu Abu Nuwas dengan dada berbedar-debar di alun-alun Baghdad yang megah. Bukan karena khawatir kehilangan 1000 dirham emas, dia deg-degan bakal melihat wajah jin untuk kali pertama dalam hidupnya. Ribuan warga Baghdad juga berduyun-duyun memadati alun-alun, tak sabar menunggu kedatangan orang yang mereka anggap gila – mana mungkin Abu Nuwas bisa memperlihatkan wajah jin, gumam mereka. Tapi tak lama Abu Nuwas benar-benar muncul di tanah lapang di depan istana Khalifah Harun Al-Rasyid itu, membawa sebuah kotak tertutup kain hitam.

‘’Bagaimana Abu Nuwas, apakah Anda sudah membawa jin kafir itu,’’ tanya Abu Rusydi tak sabar.

‘’Ya, jin kafir ini ada di dalam kotak ini. Jika membuka kain hitam ini, tuan akan melihat wajah jin kafir,’’ jawab Abu Nuwas santai.

Abu Rusydi tak sabar ingin menarik kain hitam itu, tapi Abu Nuwas menghindar. Pujangga ini ternyata lebih cerdik dibanding Abu Rusydi. Dia membuat kesepakatan dulu. Jika kain hitam dibuka lalu Abu Rusydi melihat sosok apa pun di dalam kotak itu, dia harus menjelaskan kepada masyarakat yang hadir di alun-alun seperti apakah sosok yang dia lihat di dalam kotak itu. Jika Abu Rusydi telah melihat wajah sosok dalam kotak itu tapi menolak menjelaskannya, konglomerat Baghdad itu harus melipatgandakan bayarannya jadi 2000 dirham emas.

Kata Abu Nuwas, 1000 dirham pertama dibayarkan untuk mengakui bahwa dia melihat wajah jin kafir di dalam kotak, 1000 dirham kedua untuk penolakannya menjelaskan seperti apa wajah yang dia lihat di dalam kotak itu.

Abu Rusydi setuju, bahkan tak sabar melihat jin kafir.
Alun-alun tiba-tiba hening. Semua yang hadir berdebar-debar. Maka, ketika kain hitam dibuka dan Abu Rusydi melongok ke dalam kotak, tiba-tiba dia kaget bukan main lalu tersungkur jatuh. Empat pengawalnya segera mengangkat tubuh tambun orang kaya ini sambil terheran-heran. Abu Rusydi kemudian menyerahkan 2000 dirham emas kepada Abu Nuwas. Itu pertanda dia sudah melihat wajah jin kafir itu tapi menolak menjelaskan, seperti apa wajah yang membuatnya terkaget-kaget hingga jatuh ke tanah.

Sejak saat itu Abu Nuwas semakin tenar. Dia kaya mendadak akibat bisnis jin kafir. Orang-orang miskin tak mampu bertaruh dengan Abu Nuwas meski penasaran ingin melihat wajah jin kafir, orang-orang kaya pun tak berani bertaruh karena takut mengalami nasib seperti yang dialami Abu Rusydi.

Kegelisahan warga Baghdad ini kemudian dilaporkan kepada Khalifah Harun Al-Rasyid. Khalifah penasaran lalu memanggil Abu Nuwas. Masyarakat sekali lagi berkumpul di alun-alun termasuk si penceramah yang awalnya membuat masyarakat Baghdad geger gara-gara ceramahnya tentang jin kafir. Akhirya, Abu Nuwas juga membuat kesepakatan seperti yang dia buat dengan Abu Rusydi. Khalifah setuju. Dirham tak jadi masalah buat khalifah, tapi dia penasaran benarkah ada jin kafir dalam kotak yang dibawa Abu Nuwas.

Akhirnya, di depan rakyatnya sendiri, Khalifah Harun Al-Rasyid pelan-pelan membuka kain penutup kotak yang dibawa Abu Nuwas, lalu melongok ke dalamnya. Benar saja, khalifah tampak kaget bukan main melihat isi kotak itu, tapi dia pandai mengendalikan diri hingga tidak sampai jatuh tersungkur. Masyarakat semakin berdebar-debar, menunggu penjelasan khalifah tentang wajah dalam kotak yang dilihatnya. Maka, dengan nada tinggi, khalifah berteriak:

‘’Wahai rakyat Baghdad, wajah dalam kotak itu adalaaaaaah …. seperti dia!’’

Semua orang kemudian menoleh ke arah sosok yang ditunjuk khalifah. Ternyata dia adalah lelaki yang belum lama ini berceramah tentang jin kafir. Karena berhasil menjelaskan seperti apa wajah jin kafir, khalifah selamat tak membayar 2000 dirham emas. Dia hanya wajib membayar 1000 dirham emas karena berhasil melihat wajah jin dalam kotak itu. Tapi masyarakat penasaran, terutama lelaki sang penceramah itu. Dia merasa wajahnya tak mungkin sama dengan wajah jin kafir, lha wong selama ini dia juga belum pernah melihat wajah jin.

Maka, lupa bahwa melihat kotak yang dibawa Abu Nuwas itu berarti seseroang terikat perjanjian membayar 2000 dirham emas, lelaki penceramah itu segera membuka kain penutup kotak lalu melongok ke dalamnya. Dia kemudian jatuh pingsan, bukan karena melihat isi kotak itu, tapi karena sadar dia kalah bertaruh dan tak punya harta 2000 dirham emas untuk dibayarkan kepada Abu Nuwas.

Abu Nuwas diam-diam meletakkan CERMIN di dasar kotak yang dbawanya. Siapa pun yang melongok ke dalam kotak, dia akan melihat wajah jin kafir! [Source: BangkitMedia]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *