Sejarah Pelaksanaan Syariat "Lock Down" atau Hajr Sihhy Pertama dalam Islam - Atorcator

Sejarah Pelaksanaan Syariat “Lock Down” atau Hajr Sihhy Pertama dalam Islam

Besok hari jumat, di daerah di mana ulama dan pemerintah telah menganjurkan untuk menghindari kegiatan di luar dan berkumpul, sebaiknya menghindarinya. Ajaran islam sendiri memerintahkan seperti itu, dalam islam sendiri termasuk yang paling awal melakukan syariat lock down (saya gak tau ini pernah dilakukan sebelum kedatangan islam), melarang keluar masuk suatu kota yang terkena wabah. Itu juga yang dipraktekkan para sahabat ketika wabah penyakit menyerang syam. Di masa kekhalifahan umar RA, umat islam sempat ditimpa musibah wabah penyakit, puluhan ribu korbannya, termasuk para sahabat seperti abu ubadah RA, walau umar telah memintanya agar tidak memasuki syam, dan beliau mengorbankan dirinya dan menajdi korban wabah penyakit demi melayani penduduk syam

Wabah ini berhasil ditaklukan dengan ilham allah yang diberikan pada sahabat agung amru bin ash RA, beliau mempunyai ide untuk menyelesaikannya, yaitu hijr sihhy atau mirip lock down sekarang lah, beliau memimpin tentara dan memerintahkan warga damaskus untuk pergi dan tinggal berpisah ke daerah terpencil (pegunungan) pinggiran damaskus, agar virus bisa dikendalikan dan tidak menyebar. Saat proses lock down berlangsung tentu masih ada korban, menjadi terbatas, karena orang-orang tinggal terpisah, akhirnya terhenti. Beberapa minggu kemudian virus berhasil dikendalikan, dan tingkat penularan menurun drastis. Saat itu dilakukan tentu saja shalat jamaah dan jumat di masjid tidak ada. Apalagi kegiatan lain yang gak penting seperti wisata, nongkrong di cafe, dll, lalu bagaimana dengan kebutuhan? di masa karantina itu tentara melayani kebutuhan penduduk syam

Lalu bagaimana bagi yang merindukan beribadah jamaah? Bersabarlah. Ketika hari jumat datang dan shalat jumat tiada. Berdoalah pada Allah saat shalat zuhur dir “ya allah, shalat jumat adalah syariatmu, kami tidak bisa shalat jumat di masjid dan harus di rumah juga karena perintahmu dan syariatmu, ya allah hari ini aku harus menahan rindu untuk shalat jumat dan engkau tahu itu, aku berwasilah dengan kerinduanku untuk berjamaah bersama muslimin itu maka dengan kecintaanmu pada nabi muhammad saw dan umatnya aku mohon percepatlah wabah corona ini hilang dan terkendali”.

Kadang selama ini kita jumatan dengan terpaksa, kadang juga ngantuk, kadang ini cara tuhan, menciptakan hal yang mengharuskan kita mengambil rukhsah tidak shalat jumat seperti ini, agar kita merindukan jumatan, dan nanti saat jumatan dibolehkan lagi setelah 2-3 minggu, kita akan menyambutnya dengan penuh kerinduan. Yang mungkin hanya akan kita rasakan satu kali seumur hidup, bisa jadi itulah jumat terbaik yang pernah kita lakukan sampai akhir hayat. Cara tuhan memuliakan hambanya tidak pernah kita tahu. Lagian kita tidak pernah berhenti beribadah hanya saja ibadah kita lagi diganti bentuk aja sementara, dari ibadah jamaah keibadah menyendiri. Toh pada akhirnya hujan juga akan reda kan?

komentar

Related Posts