Sudah Bukan Saatnya Saling Menyalahkan, Kita Butuh Bahagia Bersama

Setelah covid 19 atau Corona ini resmi dinaikkan levelnya oleh WHO menjadi penyakit yang penyebarannya tingkat global alias pandemi. Saatnya kita saling bahu membahu, saling pengertian satu sama lain, jangan ngeyel, kita semua bertanggungjawab untuk memutus rantai penyebarannya. Kalau pun pemerintah dirasa lamban mengambil langkah pencegahan yang akhirnya bikin kacau bahkan tembus istana, jadikan pelajaran saja, di negara yang sebesar ini kita harus benar-benar serius bekerja, jangan terlalu banyak melucu yang tidak perlu, apalagi masalah virus.

Tidak perlu panik dan parno terlalu over, tapi jangan juga menyepelekan. WHO sudah memberikan cara-cara untuk mengantisipasi pencegahan melalui strategi-instruksi khusus sebagai langkah antisipasi menyebarnya virus ini, dan sudah beredar di mana-mana. Tinggal kita mau apa tidak melakukan itu semua. Memakai masker untuk yang sakit, bersin dan batuk pada tisu, rutin membersihkan tangan dengan sabun dan stop menyentuh mata, hidung dan mulut dengan jari. Ini langkah-langkah pencegahan kajian saintifik.

Sudah nggak ada waktu lagi untuk saling menghujat, semua harus diperbaiki sama-sama. Kesadaran dan keselamatan kita bersama yang paling utama. Di luar sana juga sama, ada orang yang memiliki ketakutan yang sama dengan kita, iya, termasuk tim medis, yang tiada hari tanpa lelah melakukan pemeriksaan. Penting untuk kita sadari bersama.

Indonesia dihuni oleh banyak orang yang memiliki bermacam-macam jenis kepentingan. Saat ini yang seharusnya lebih diperioritaskan adalah kepentingan untuk bahagia bersama dalam suasana duka. Hentikan dulu kabar-kabar hoaks yang nggak jelas dan meresahkan. Hentikan dulu narasi-narasi menakutkan yang bikin orang panik berlebihan.

Waspada terhadap sesuatu yang mengancam adalah wajar-wajar saja. Bagi orang yang terbiasa berhati-hati, berpikir jernih, menghadapi sesuatu pasti dengan bahagia sembari tetap waspada. Menurut ilmu Psiko-Neuroimunologi (PNI), perasaan senang-gembira dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Lebih jauh, dengan kondisi jiwa yang sehat dan bahagia, orang sakit bisa sembuh. Tanpa obat.

Wallahu a’lam

Related Posts