Kenapa Seorang Muslim Harus Menghormati Ulamanya? - Atorcator

Kenapa Seorang Muslim Harus Menghormati Ulamanya?

Karena umur mereka yang harusnya dipakai untuk belajar untuk sesuatu yang bisa menambah materi pribadi malah dihabiskan untuk sesuatu yang non-materi. Waktu mereka bersama orang tua harus dikorbankan untuk sesuatu yang gak menguntungkan secara materi, entah kerinduan apa yang harus mereka tahan demi belajar. Duit mereka yang harusnya jadi modal kerja harus dihabiskan untuk sesuatu yang gak menguntungka secara materi. Dan pengorbanan lain yang sebenarnya tidak membuat mereka untung secara materi. Iya kita enak sekolah, dapat duit untuk menghidupi keluarga, dan mendapati ilmu agama tanpa bekorban banyak, baik harta, keluarga, waktu, dll kita bisa dapatkan dari ustadz-ustadz terdekat. Sedanngkan mereka yang mengajar? Entah berapa banyak hal yang mereka korbanka .

Lalu kenapa mereka berkorban? Kalau ilmu batin mungkin itu bisa untuk keuntungan pribadi, kebahagian pribadi secara spritual. Tapi ilmu zahir seperti syariat, hadis, tafsir, tarbiyah, aqidah, untuk apa mereka dalami? Toh kalau untuk pribadi sudah cukup, kenapa harus detail? Gak ada keuntungan pribadi disana. Itu semua agar ilmu agama tidak hilang pada kita umat islam, untuk aku si fauzan, si siregar, si ali, si ayu, si rahma, dll. Agar kita yang gak sempat belajar ilmu agama ini masih bisa santai dan tinggal pergi kemesjid untuk belajar agama tanpa perlu mengorbankan banyak hal. Kita masih bisa kerja cari duit dan bersama keluarga dan disatu waktu kita punya bisa tau apA yang agama perintah untuk kita, semua bisa dilakukan dengan mudah dan santai melalui mereka, sehingga kita bisa mempraktekkan agama dengan benar. Tentu ini bagi orang yang butuh apa agama

Mereka berkorban ya agar kita mempunyai rujukan untuk bertanya jika kita pengen tau isi ajaran agama kita. Agar masih ada yang mengajar mengaji dan mengajar hal lain tentang agama pada kita dan keluarga, kalau gak kan bakal ribet kalau mau beragama harus mengorbankan kerja, waktu bersama keluarga, uang, dll karena harus belajar. Tapi karena mereka udah mau berkorban dan memudahkan jalan kita, ya wajar donk jika kita diperintahkan untuk menghormati mereka. mereka yang telah berjasa menjaga kita da. Keluarga dari jauhnya iman dalam kehidupan, apa salahnya menghormati mereka? Tentu ssja gak semua ustaz seperti itu.

Tentu ada syaratnya. Tentu saja ulama dan ustadz itu yang tidak masang tarif, karena dari awal dia memang gak boleh berharap materi, tapi khidmad pada umat, masalah kita mau memberinya ya itu masalah lain, itu kewajiban kita, minimal secara fardhu kifayah, toh waktu dia yang harusnya dipakai untuk kerja harus dikorbankan untuk mengajar kita, tapi bagi para ustadz jangan pernah mengkhianati umat dengan menjual agama. Hanya saja umat pengertian ngertilah kalau ustadz juga butuh, ustadz juga manusia, kalau ustadz disuruh kerja semua, siapa yang ngajarin anak-anak kita agama dengan benar? Mau belajar sendiri-sendiri, dengan korban banyak hal? Dan Tentu saja ulama dan ustadz itu yang belajar dengan benar ketika masa pendidikan, sehingga keilmuannya dipercaya. Tentu saja ulama dan ustadz itu harus tidak minta untuk dihormati. Tentu saja ulama itu harus nyari ilmu bukan untuk ijazah. Tentu saja ulama itu harus, harus, dan harus.

Itu keharusan ulama dan ustadz, lalu apa keharusan umat? Apakah menuntut ulama ini dan itu? Karena mau nuntut bagaimana? Lah kita gak pernah belajar hak dan kewajiban ulama, itu ilmu dalam dan detail, bahkan kita tidak tau kewajiban kita. Jadi masalah itu biar antar ustadz yang saling ngingatin. Mereka paham ilmu amar makruf nahi munkar. Lalu apakah kita harus mengikuti mereka semua? Gak juga, ikutilah yang memang terpercaya dan nyaman untuk kita ikuti. jadi tugas kita itu buka mengkritik karena kita gak punya ilmuanya, tapi tugas kita itu ya hormati dan hargailah ulama dan ustad-ustadz yang mengorbankan drinya untuk melestarikan ilmu agama agar kita dan anak-anak kita punya tempat belajar.

Lalu cari tahu apa kebutuhan mereka, lalu tutupilah agar beliau tidak sibuk karena harus memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga lalu terpaksa meninggalkan mengajar karena kewajiban untuk tetap hidup. Sungguh celaka umat yang gak peduli pada ulama dan ustadz-ustadz yang mengajar agama pada dia dan kekuarganya. Apalagi jika sampai merendahkan dan tidak menghormati keilmuan mereka, walau secara zahir. Pengalaman saja, biasanya orang yang suka menghina ulama akan dihukum dengan hilangnya iman dari anggota keluarganya atau bahkan dirinya sendiri. Ngeri loh. Tentu saja penghormatan seperti itu dilakukan bagi orang yang masih menganggap agama penting, sedangkan yang menganggap belajar agama tidak penting lagi ya gak mesti seperti itu, karena dia tidak butuh lagi pada agama apalagi ulama dan ustadz, yang menjaga ilmu agama. Jika kita sudah termasuk orang yang menganggap agama itu penting ya tidak ada alasan yang membuat kita hormat lada ulama kecuali menghargai kalau dia orang yang dihormati orang lain, agar kita bisa terhindar dari konflik.

komentar

Related Posts