Lagu "Aisyah Istri Rasulullah" Versi Indonesia Mengimajinasikan Cinta Para Penonton Drakor - Atorcator

Lagu “Aisyah Istri Rasulullah” Versi Indonesia Mengimajinasikan Cinta Para Penonton Drakor

Banyak yang ngegas dengan postingan saya semalam. Padahal saya tidak ada maksud melarang siapapun untuk mendengar lagu Aisyah versi manapun. Saya hanya merepost nasihat guru saya, yang menyebutkan kita tidak sopan mengimajinasikan percintaan orang-orang Agung, apalagi Nabi.

Saya sendiri beberapa kali memutar lagu Aisyah dalam semua versinya (4 versi Melayu, 1 versi Arab) dan sangat menikmati lagunya. Tapi lagu yang beredar dalam bahasa Melayu/ Indonesia liriknya berbeda jauh dari versi Arabnya. Akan saya terjemahkan dan mari kita bandingkan. Tapi sekali lagi, sebagai opini saya tidak hendak melarang kesukaan Anda masing-masing.

 

Lirik Asiyah versi Arab.

ضياء منه القمر يستحي
كُلُّ النِّسَاءِ تَؤَدّ أَنْ تَكُون مِثلَكي

“Cahaya purnamapun malu padanya
Semua wanita (sepanjang masa) mengandai menjadi sepertimu.

يَا عَائِشَةُ
بِنْتُ أَبِى بَكْرٍ
حَبِيببُ رَسُولُ اللَّه

Duhai Aisyah
Putri Abu Bakar
Kekasih Rasulullah

بِقَلْبِ خَيْرٌ الْمُرْسَلِين
فِي الْعِلْمِ فَاقَت عِلمَ كُلِّ الْعَالَمِين

Bersemayam dalam hati seorang utusan Allah terbaik.
Ilmumu melampaui pengetahuan yang dimiliki penduduk bumi

خَبَرٌ جَلِيلٌ
يَزِفه جِبْرِيل
يَجُوبُ الدُنْيا

Hadis yang agung
Yang disampaikan Jibril
Menyebar di bumi

عائشة
حَبَاكِ اللَّهُ حُبَّ مَنْ يُحِبُّهُ

Duhai Aisyah
Cintamu pada Allah sebagaimana cinta yang mencintai Allah

فَصِرتي أَحَبُّ النَّاسِ لِقُلُوب الْمُسْلِمِين
بِنْتِ أَبِي بكرٍ
حَبِيبًا رَفِيقًي النَّبِيِّ رسول الله

Maka jadilah engkau sosok paling dicintai dalam hati umat Islam.
Kekasih dan pendamping Nabi utusan Allah

عحَبَاك اللَّهُ حُبَّ مَنْ يُحِبُّهُ
فصرتي أَحَبُّ النَّاسِ لِقُلُوب الْمُسْلِمِين

Duhai Aisyah
Cintamu pada Allah sebagaimana cinta yang mencintai Allah
Maka jadilah engkau sosok paling dicintai

بِنْتِ أَبِي بكرٍ
يَا عَائِشَةُ حَمِيرًا
حَبِيب رَفِيقٌ النَّبِىّ رَسُولُ اللَّهِ

Putri Abu Bakar
Aisyah yang rona wajahnya kemerah-merahan
Kekasih dan pendamping hidup Rasulullah

رَفِيقهُ النَّبِيِّ فِي الْحَيَاةِ
حُبّ النَّبِيّ لَهَا يَفُوق الْمُعْجِزَات

Pendamping Nabi sepanjang hayat
Cinta Nabi kepadanya melampaui Mukjizat

ياعائشه
بِنْتُ أَبِى بَكْرٍ
زَوْجَةُ رَسُولِ اللَّهِ

Duhai Aisyah
Putri Abu Bakar
Istri Rasulullah

رَفِيقِه النَّبِيِّ فِي الْحَيَاةِ
حُبّ النَّبِيّ لَهَا يَفُوق الْمُعْجِزَات

Pendamping Nabi sepanjang hayat
Cinta Nabi kepadanya melampaui mukjizat

ياعائشه
بِنْتُ أَبِى بَكْرٍ
زَوْجَةُ رَسُولِ اللَّهِ

Duhai Aisyah
Putri Abu Bakar
Istri Rasulullah

عائشة
حَبَاك اللَّهُ حُبَّ مَنْ يُحِبُّهُ
فصرتي أَحَبُّ النَّاسِ لِقُلُوب الْمُسْلِمِين

Duhai Aisyah
Cintamu pada Allah sebagaimana cinta yang mencintai Allah
Maka jadilah engkau sosok paling dicintai

بِنْتِ أَبِي بكرٍ
حَبِيبًا رَفِيقًي النَّبِيِّ رسول الله
عائشة

Putri Abu Bakar
Kekasih dan pendamping Nabi utusan Allah
Duhai Aisyah
=========================

Syair Aisyah dalam bahasa Arab mengeksplor keagungan Aisyah secara intelektualitas, keagungan cintanya pada Nabi, keagungan cinta Nabi kepadanya yang disebut cinta Nabi kepada Aisyah melampaui Mukjizat, kita tahu dalam sebagian riwayat disebut Nabi dan Aisyah dinikahkan oleh Allah swt. Tentu saja liriknya juga mengingatkan posisi Aisyah yang tinggi dalam hati umat Islam sepanjang zaman.

Ia hidup hingga 46 tahun pasca Nabi wafat, sehingga hadisnya lebih banyak ditransformasikan dibanding sahabat lain. Jadi wajar jika umat Islam pasca Nabi adalah murid sayidah Aisyah, baik langsung seperti sahabat Nabi dan Tabiin, atau murid imajiner seperti kita semua.

Sedangkan dalam lirik bahasa Indonesia lebih mengeksplorasi humanisme Nabi dan sensualitasnya cinta beliau, yang dianggap bisa mewakili imajinasi cinta para penonton Drakor (drama korea) pasca hijrah.

Saya tidak tahu lebih dahulu lirik bahasa Arab ataukah bahasa Indonesia. Namun yang jelas lirik dalam bahasa Arab lebih mengandung pemuliaan terhadap Nabi dan Sayidah Aisyah dibanding lirik berbahasa Indonesia. Walaupun syair dalam bahasa Indonesia juga iqtibas, atau cuplikan dari Hadis Nabi saw, sebagian juga dikutip oleh Imam Ghazali dalam Ihya pada Bab Nikah Juz I.

Tapi sekali lagi saya tidak dalam posisi melarang Anda untuk menikmati lagu-lagu itu. Kedua versi memberi perspektif berbeda kepada kita dan memperkaya. Terimakasih. (Untuk share tidak perlu ijin). 🥰🥰🥰

Ahmad Tsauri
5 April 2020

komentar

Related Posts