Masyarakat Santri Masyarakat Kiyai

Sangat menggembirakan, kiyai dan ustadz muda yang selama ini tiarap, karena pakewuh (segan) dengan guru-guru mereka, akhirnya karena covid 19, biasanya mereka merasa cukup disimak santri-santrinya secara offline, sekarang “terpaksa” pada mau ngaji online. Termasuk para kiyai sepuh.

Insya Allah kita surplus kiyai, surplus ustadz yang bukan hanya bisa mengakses sumber keilmuan Islam secara langsung alakadarnya, tapi mereka mutafanin, menguasai bermacam-macam disiplin ilmu pokok dan penunjang, dengan itu mereka bisa menelusuri teks tafsir Qur’an, dan Syarah Sunah dengan penglihatan tajam dengan lampu yang sangat terang, tanpa terantuk tanpa tersandung, karena paham betul setiap kata, kalimat, natsar maupun syairnya. Bukan menerka-nerka, bukan menduga-duga.

Alhamdulilah guru-guru kita dipesantren bukan hanya berhasil menciptakan masyarakat santri, komunitas yang setiap individunya santri, tetapi juga berhasil membentuk masyarakat kiyai dan ustadz, karena banyaknya kader yang mumpuni dan tersebar merata di masyarakat. Saya menduga banyak yang kaget, yang selama ini terlihat haha hehe, kadang cengengesan di medsos, ternyata ustadz mumpuni.

Insya Allah, yakin tidak akan lagi ada masjid dan madrasah yang akan direbut oleh sekelompok orang bermental teroris.

Related Posts