Mengenal KH. Kamuli Khudlori

“Orang ngaji itu ibarat sedang bercermin, apa-apa yang kurang dari kita (ketika mengaji) belum kita kerjakan, marilah kita kerjakan, baik ibadah wajib maupun yang sunnah,”(Dimuat Tebuireng.online, 2 Juni 2018)

Kiai Kamuli panggilan akrabnya adalah salah satu murid binaan KH. Idris Kamali. Sosok Kiai Idris kita tahu salah satu tokoh legendaris di Tebuireng. Beliau santri Kinansih Hadratussyaikh Kiai Hasyim Asy’ari. Dikemudian hari diambil menantu.

Menjadi murid Kia Idris Kamali tidak mudah. Apalagi mungkin bisa diakui sebagai murid Hadratussyaikh. Forum pengajian Kiai Idris Kamali terbatas dan hanya orang khusus yang memiliki syarat khusus, dari mulai niat tulus, wajib shalat jamaah, menghafal kitab yang akan dikaji, dll. Kalau tidak masuk si santri wajib minta maaf kepada orangtuanya. Terbukti, santri binaannya menjadi santri hebat dikemudian hari. Misal, Prof. KH. Ali Musthofa Yaqub, Prof. Dr. Tolchah Hasan, dll.

Kiai Kamuli merupakan salah satu santri senior di Pesantren Tebuireng. Kiai kelahiran Brebes, Jawa Tengah menyantri di Pesantren Tebuireng sangat lama. Setamat belajar kemudian menikah dan tinggal di sekitar Pesantren Tebuireng. Meskipun demikian beliau juga masih aktif mengajar di almamaternya hingga sekarang ini.

Setahu saya, Kiai Kamuli juga mengajar di SMA, Mualimin, Mahad Aly. Jaman saya saat masih tinggal di Asrama Lasykar Hizbullah, Salaf Tbi beliau mengajar selepas Maghrib-Isya dan selepas Shubuh juga mengajar. Beragam kitab yang dibacakan kepada santrinya. Kalau santri mengaji langsung ke beliau harus baca sendiri. Kitab apa saja beliau siap menyimak. Dari mulai Jurumiyah, Alfiyah, Fathul Qarib, Fathul Muin. Belajar mengaji dibawah bimbingan beliau langsung santri dituntut belajar mandiri, sungguh-sungguh, istikomah, ikhlas, dll. Jarang sekali libur pula beliau selalu masuk. Meskipun hujan deres, beliau tetap hadir.

Salah satu sekian cerita yang masih ingat dan tertangkap saat mengaji kepada beliau adalah tentang belajarlah kepada Pohon Pisang. Pohon pisang rajin mengkader, generasi baru sudah tumbuh disekelilingnya sebelum ia selesai dengan dirinya. Pohon pisang juga tidak pernah dendam. Dia suka memberi. Daunnya dibuat bungkus aneka makanan, buahnya enak, dan sekian manfaat lainnya. Atunk Oman teman selungguhan semasa mengaji ini, mungkin lebih banyak mengetahui ceritanya tentang sosok beliau.

Kiai Kamuli kini dapat kita lihat dari dinding media sosial. Sosok beliau yang menjadi pembaca kitab Bukhori-Muslim di Pesantren Tebuireng. Beliau menggantikan KH. Habib Ahmad yang sudah sangat sepuh dan alasan kesehatan sehingga dipercayakan kepada Kiai Kamuli. Kiai Kamuli, semoga oleh Allah Swt diberikan kesehatan, panjang umur, dan panjatan positif lainnya sehingga kita dapat belajar kepada beliau.

#Bagi yang mau ikut pengajian beliau, dimanapun engkau berada, selama ada kesempatan dan paket data ada isinya bisa klik sumbernya
https://youtu.be/qA4OjcdlkGA

Ahmad Faozan, Alumni Asrama Lasykar Hizbullah, 03, Pesantren Tebuireng

Related Posts