Menjemput “Hidangan Langit” Saat Stay At Home

Ada doa ampuh untuk tetap mendapat rizki dari langit dikala stay at home—Puluhan ulama memberi rekomendasi atau semacam ‘ijazah’ ini doa sangat mustajabah—tapi jujur saya ragu beritahu mengingat sekarang banyak orang tak percaya pada keajaiban doa: hidangan ini didapat tanpa bekerja dan datang bagai hari raya —

*^^^*
Kenapa orang baik menderita ? Pertanyaan klise untuk membahas tentang ’teologi penderitaan’.

Harold Kushner (seorang rabi Yahudi berpengaruh) dalam bukunya “When Bad Things Happen to Good People, buku best seller di Eropa dan Amerika, mengamati ada tiga penyebab manusia menderita.

Pertama penderitaan terjadi tanpa alasan atau reaseoning—tidak dibedakan status sosial, agama atau pendidikan. Dan tidak perlu dicari alasan kenapa penderitaan terjadi. Kedua penderitaan berdasar sunatullah dan acak. Tidak kecuali orang baik. Dan Tuhan tidak ikut campur tangan. Tidak ada alasan moral bagi Tuhan untuk menyelamatkan orang baik dari bencana alam atau serangan berbagai macam penyakit.

Ketiga, Tuhan memberi kita ruangan untuk bergerak atau bertindak. Beberapa penderitaan disebabkan oleh tindakan-tindakan orang yang tidak berjalan di jalan yang benar. Kemampuan kita bertindak memilih antara yang baik dan yang jahat adalah yang membuat kita manusia. Jika Tuhan turut campur terhadap tindakan kita melakukan kejahatan atau kebaikan itu akan membuat kita bukan manusia.

*^^^*
Injil tidak pernah berkabar berapa lama Yesus bersama para hawariyun atau para rasul dikepung tentara Yahudi. Pendekatan sejarah kritis terhadap sosok Yesus sudah banyak ditulis sejarawan agama. Karya Reza Aslan: Zealot – The Life and Times of Jesus of Nazareth buat saya yg paling masuk akal dan memuaskan meski secara teologis masih juga compang-camping.

Ada yang bilang tiga hari tujuh hari empat puluh hari bahkan tiga bulan masa stay at home Yesus — sebelum tragedi penyaliban yang menjadi konflik paling mempengaruhi iman. Sayangnya Injil tak bisa jelaskan darimana datangnya anggur roti dan daging burung sebagai jamuan terhidang di saat stay at home.

Ibnu Katsir menyebutkan ayat ini menceritakan tentang hidangan dari langit dan surat ini dinisbahkan kepadanya sehingga dinamakan “Surat al Maidah” yang merupakan karunia dari Allah swt kepada hamba dan rasul-Nya, Isa as tatkala Allah menjawab doanya dengan menurunkan (hidangan atau jamuan dari langit). Lalu Allah menurunkan satu ayat dan mu’jizat-Nya yang luar biasa dan hujjah yang kuat.

*^^^*
Ada yang mengatakan bahwa dinamakan dengan ‘id (Al ma—‘idah) karena itu adalah hari mulia seperti halnya hari raya.. (al Jami’ Li Ahkam al Qur’an juz VI hal 367 – 368). Al Anbary mengatakan bahwa hidangan tersebut diturunkan kepada para hawariyun pada hari ahad pagi dan sore hari, karena itu mereka menjadikan hari ahad sebagai hari rayanya.

Tidak saya sebut spesifik ayat ke berapa, tapi Doa ini ada dalam surah al Maidah — hanya bagi yang percaya dan beriman saja. silakan mendoa dengannya tidak pun tak mengapa. Sebab banyak yang menjadikan jenis pekerjaan sebagai sumber rizki—dan sumber penghidupan, dengannya ia berharap dan bergantung. Bahkan ada sebagian yang meminta makanan kepada penguasa atau penderma lainnya. Menjadikan washilah sebagai tujuan—dan lupa pada Tuhan Yang Maha Memberi Rizki—wallahu taala a’lm

@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar

Related Posts