Penggalan Puisi Syahdu Al-Mutannabi

Sang maestro pujangga Arab klasik yang bernama lengkap Abu Tayyib Ahmad bin Husain bin Murrah bin Abdul Jabbar al-Ju’fi al-Kufi, dilahirkan di Kindah, kufah, Irak pada tahun 303 H/915 M wafat pada tahun 354 H/965 M.

نَرى عِظَماً بِالبَينِ وَالصَدُّ أَعظَمُ
وَنَتَّهِمُ الواشينَ وَالدَمعُ مِنهُمُ

Aku memandang perpisahan itu sungguh menyakitkan, sedangkan berdekatan terasa lebih menyakitkan
Para penggosip dan air mata bagiku sama, tidak bisa menyimpan rahasia yang aku sembunyikan

وَمَن لُبُّهُ مَع غَيرِهِ كَيفَ حالُهُ
وَمَن سِرُّهُ في جَفنِهِ كَيفَ يَكتُمُ

Bagaimana keadaan orang yang fikirannya bersama orang lain?
Dan bagaimana dia bisa menyimpan rasia, sedangkan rahasia yang disembunyikan hadir didepat matanya?

وَلَمّا اِلتَقَينا وَالنَوى وَرَقيبُنا
غَفولانِ عَنّا ظِلتُ أَبكي وَتَبسِمُ

Ketika kita bersua, perisahan dan orang yang selalu menggosip kita telah lupa
Lalu aku menangis dan dan kau malah tersenyum bahagia

فَلَم أَرَ بَدراً ضاحِكاً قَبلَ وَجهِها
وَلَم تَرَ قَبلي مَيِّتاً يَتَكَلَّمُ

Maka, sebelumnya aku tidak penah melihat purnama tertawa seperti wajahmu
Dan aku tidak pernah melihat orang yang sudah mati bisa berbicara

Waallahu A’lamu

المراجع: موسوعة الشعر العرابي-الديوان
https://www.aldiwan.net
🌿Interpreter: Abdul Adzim

Related Posts