Saat Kiai Abd. Wahab Hasbullah Menguji Kecerdasan Gus Mad - Atorcator

Saat Kiai Abd. Wahab Hasbullah Menguji Kecerdasan Gus Mad

Suatu waktu Kiai Abdul Wahab Hasbullah datang ke almamaternya, Pesantren Tebuireng untuk sowan kepada gurunya, Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari. Saat masuk pesantren beliau menjumpai bocah kecil yang usianya masih 4 tahun. Anak itu namanya Mohammad Ilyas namun saat kecil lebih akrab dipanggil dengan nama Gus Mad.

Gus Mad ini putra KH. Mohammad Qolyubi dan Siti Mardiyah. Orangtuanya tinggal di Kraksan, Probolinggo, Jawa Timur. Ayahnya terkenal sebagai seorang Hakim agama. Masih kerabat Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.

Saat itu Gus Mad sedang bermain asyik dengan angsa didepan rumah Hadratussyaikh. Kiai Wahab menghampiri dan mencoba menyapa Gus Mad. Beliau juga bertanya, “Gus Mad, mengapa suara angsa itu keras sekali?” Secara spontan Gus Mad menjawab, “karena Takdir Allah. ”

Mendengar jawaban itu, Kiai Wahab menyahut, “Ya, tidak begitu, angsa bersuara keras kan karena lehernya panjang.” Mendengar sahutan Kiai Wahab seperti itu. Gus Mad, lalu kembali berpendapat, “kalau alasannya lehernya panjang, mengapa katak yang tidak punya leher panjang suaranya justru keras sekali.”

Mendengar pendapat Gus Mad yang demikian itu, Kiai Wahab Hasbullah berkata, Wah, sungguh, bocil ini sangat cerdas sekali. Dan memang Gus Mad atau Mohammad Ilyas ini dikemudian hari menjadi salah satu tokoh santri yang menonjol. Bahasa arabnya sangat fasih. Sebagaimana dikatakan para kiai yang mengenal beliau. Kiprahnya selain di NU, Kementerian Agama, dan Dubes Arab Saudi.*Buat para kiai kita, Al Fatihah*.

(Cerita di atas setidaknya bisa ditemukan di Buku Profil KH. M. Ilyas dan Menteri-Menteri Agama)

Ahmad Faozan, Alumni Fordisaf, 03, Lasykar Hizbullah Pesantren Tebuireng.

komentar

Related Posts