Tentang Sayyidah Aisyah yang Tak Banyak Diketahui

Saat ini sedang viral lagu tentang Sayyidah Aisyah Radhiyaallahuanha, tapi ada satu hal yang belum banyak diketahui tentang beliau. Kita tak akan bahas kontroversi lagunya.

Kita ketahui, bahwa Nabi Muhammad ﷺ wafat dan dikebumikan di kamar Aisyah radhiyaallahuanhu pada tahun 11 H.

Setelah wafatnya Nabi Muhammad ﷺ, Aisyah tetap tinggal di kamarnya. Iya, di samping pusara suaminya. Siang-malam tidur disamping makam. Apakah beliau tak takut? Sepertinya tidak. Buktinya beliau tetap tidur disitu.

Banyak orang hari ini takut lewat kuburan, karena dianggapnya setelah mati, orang jadi pocong atau kuntilanak kan karena film horor tak jelas itu.

Dua tahun setelahnya, tepatnya 21 Jumadil Akhir tahun 13 H, Bapaknya Aisyah; Abu Bakar as-Shiddiq wafat. Beliau dikebumikan di samping Nabi Muhammad ﷺ.

Abu Bakar berwasiat kepada Aisyah untuk nanti diizinkan saat wafat dikebumikan disamping makam Nabi Muhammad ﷺ. Sebagaimana riwayat Imam at-Thabari (w. 310 H):

عَنْ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ- يَعْنِي ابْنَ عُرْوَةَ- أَنَّهُ سَمِعَ عُرْوَةَ وَالْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ يَقُولانِ: أَوْصَى أَبُو بَكْرٍ عَائِشَةَ أَنْ يُدْفَنَ إِلَى جَنْبِ النَّبِيِّ ص، فَلَمَّا تُوُفِّيَ حُفِرَ لَهُ، وَجُعِلَ رَأْسُهُ عِنْدَ كَتِفَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، والصقوا اللحد يلحد النبي ص فَقُبِرَ هُنَالِكَ. (أبو جعفر الطبري (المتوفى: 310هـ)، تاريخ الطبري، 3/ 422)

Artinya: “Dari Umar bin Abdullah bahwa ia mendengar Urwah dan Qasim bin Muhammad, keduanya berkata bahwa Abu Bakar berwasiat kepada Aisyah agar dimakamkan di sebelah Nabi shalallahu alaihi wasallam. Ketika Abu Bakar wafat maka digali makam untuknya. Dan posisi kepala Abu Bakar di dekat kedua pundak Nabi shalallahu alaihi wasallam” (at-Thabari, Tarikh at-Thabari, 3/422).

Sayyidah Aisyah tetap tidur di kamarnya, ditemani oleh suami dan bapaknya yang telah dikebumikan.

12 Tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad ﷺ, tepatnya hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H, Umar bin al-Khattab wafat. Beliau juga ingin sekali bisa dikebumikan di samping Nabi dan Abu Bakar. Maka beliau meminta izin dahulu kepada Sayyidah Aisyah. Sebagaimana hadits shahih riwayat Imam Bukahri:

… انْطَلِقْ إِلَى عَائِشَةَ أُمِّ المُؤْمِنِينَ، فَقُلْ: يَقْرَأُ عَلَيْكِ عُمَرُ السَّلاَمَ، وَلاَ تَقُلْ أَمِيرُ المُؤْمِنِينَ، فَإِنِّي لَسْتُ اليَوْمَ لِلْمُؤْمِنِينَ أَمِيرًا، وَقُلْ: يَسْتَأْذِنُ عُمَرُ بْنُ الخَطَّابِ أَنْ يُدْفَنَ مَعَ صَاحِبَيْهِ، فَسَلَّمَ وَاسْتَأْذَنَ، ثُمَّ دَخَلَ عَلَيْهَا، فَوَجَدَهَا قَاعِدَةً تَبْكِي، فَقَالَ: يَقْرَأُ عَلَيْكِ عُمَرُ بْنُ الخَطَّابِ السَّلاَمَ، وَيَسْتَأْذِنُ أَنْ يُدْفَنَ مَعَ صَاحِبَيْهِ، فَقَالَتْ: كُنْتُ أُرِيدُهُ لِنَفْسِي، وَلَأُوثِرَنَّ بِهِ اليَوْمَ عَلَى نَفْسِي…( صحيح البخاري (5/ 16)

Artinya: … Temuilah ‘Aisyah, Ummul Mu’minin radliallahu ‘anha, dan sampaikan salam dari ‘Umar dan jangan kalian katakan dari Amirul Muminin karena hari ini bagi kaum mu’minin aku bukan lagi sebagai pemimpin dan katakan bahwa ‘Umar bin Al Khaththab meminta izin untuk dikuburkan di samping kedua shahabatnya”. Maka ‘Abdullah bin ‘Umar memberi salam, meminta izin lalu masuk menemui ‘Aisyah radliallahu ‘anha. Ternyata ‘Abdullah bin ‘Umar mendapatkan ‘Aisyah radliallahu ‘anha sedang menangis. Lalu dia berkata; “‘Umar bin Al Khathtab menyampaikan salam buat anda dan meminta ijin agar boleh dikuburkan disamping kedua sahabatnya (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakr radliallahu ‘anhu) “. ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata; “Sebenarnya aku juga menginginkan hal itu untuk diriku namun hari ini aku tidak akan lebih mementingkan diriku”… (HR. Bukhari).

Meski agak berat, tapi Sayyidah Aisyah merelakan juga. Dari kisah Abu Bakar dan Umar ini, Ibnu Qudamah al-Hanbali (w. 620 H) mengambil kesimpulan bahwa sunnah hukumnya untuk dimakamkan berdampingan dan bersama dengan orang-orang shalih, agar mendapatkan keberkahan mereka. Sebagaimana beliau sebutkan:

وَيُسْتَحَبُّ الدَّفْنُ فِي الْمَقْبَرَةِ الَّتِي يَكْثُرُ فِيهَا الصَّالِحُونَ وَالشُّهَدَاءُ؛ لِتَنَالَهُ بَرَكَتُهُمْ، وَكَذَلِكَ فِي الْبِقَاعِ الشَّرِيفَةِ. (المغني لابن قدامة، 2/ 380)

Artinya: “Dianjurkan untuk mengubur di pemakaman yang banyak orang-orang saleh dan syuhada, agar dapat berkah mereka. Demikian halnya tempat-tempat yang mulia” (Ibnu Qudamah, Al-Mughni, 2/380).

Hal yang tak banyak tak diketahui orang adalah Aisyah malu terhadap Umar bin al-Khattab.

Jika biasanya Sayyidah Aisyah meletekkan baju kesehariannya saat berada di kamarnya, tetapi sejak Umar bin al-Khattab dikebumikan di dalam kamarnya juga, maka Aisyah tak melakukannya lagi. Beliau malu terhadap Umar bin al-Khattab. Sebagaimana hadits shahih:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ” كُنْتُ أَدْخُلُ بَيْتِي الَّذِي فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِنِّي وَاضِعٌ ثَوْبِي وَأَقُولُ: إِنَّمَا هُوَ زَوْجِي وَأَبِي، فَلَمَّا دُفِنَ عُمَرُ مَعَهُمْ فَوَاللَّهِ مَا دَخَلْتُ إِلَّا وَأَنَا مَشْدُودَةٌ عَلَيَّ ثِيَابِي حَيَاءً مِنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ». (المستدرك على الصحيحين للحاكم، 3/ 63) مسند أحمد ط الرسالة، 42/ 441)

Artinya: Dari Aisyah dia berkata; “Saya masuk rumahku yang didalamnya Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam dikubur beserta ayahku. Saya menaruh kainku dan saya berkata; “Itu adalah suamiku dan ayahku.” Ketika Umar dikubur bersama mereka, demi Allah jika Saya masuk, Saya mesti berpakaian rapat karena malu kepada Umar.” (HR. Al-Hakim, dan Ahmad).

Dengan orang yang sudah wafatnya saja malu, memang orang meninggal tahu? Itulah para salaf dahulu bermuamalah dengan orang yang telah wafat. Mereka menghormati orang yang sudah wafat sebagaimana saat masih hidup.

Ternyata, meski seorang sudah wafat, almarhum masih tahu keadaan keluarga yang masih hidup, selengkapnya klik: https://youtu.be/PycUBQPCEYo.

Almarhum tahu siapa yang menziarahi kuburnya, selengkapnya klik: https://youtu.be/T1Y8mYb1_zI.

Almarhum di kuburan juga merasa senang saat diziarahi oleh para kerabatnya, selengkapnya klik: https://youtu.be/-qtHwOB9zCM.

Gambar pertama diatas, adalah maket dari kota Madinah di masa Nabi yang hari ini kita bisa lihat di Dar Al Madinah Museum di Madinah.

Nomor 1 adalah kamar Aisyah setelah Nabi Muhammad ﷺ wafat. Sedangkan nomor 2 adalah kamar Aisyah setelah dikebumikannya Umar bin al-Khattab di kamar Aisyah. Gambar nomor 3 adalah penjelas dari nomor 2, bahwa setelah dikebumikannya Umar bin al-Khattab, kamar dan kuburan diberi sekat penutup, karena Aisyah malu terhadap Umar bin al-Khattab. Umar bin al-Khattab termasuk ajnabiy atau bukan kerabat dan bukan suami dari Aisyah.

Gambar kedua adalah model kamar Aisyah mulai bersama Nabi Muhammad ﷺ sampai dimakamkannya Umar bin al-Khattab di kamar beliau.

Jika mau lihat museum Dar alMadinah di google maps, bisa klik (Dar al-Madinah Museum: https://g.page/daralmadinahmus?share

Semoga bermanfaat! Semoga mushibah wabah ini juga segera berakhir, diangkat oleh Allah subhanahu wa taala. Allah berikan keberkahan dan kelancaran rejeki sehingga bisa berziarah Makkah dan Madinah, bisa mengunjungi makam Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar, serta bisa mengunjungi museum Dar al-Madinah. Amin.

Related Posts