Apakah Kebijakan “New Normal” Itu Solusi Terbaik? - Atorcator

Apakah Kebijakan “New Normal” Itu Solusi Terbaik?

Sebagaimana kita ketahui belakangan ini dengan merebaknya Covid-19 yang tak kunjung bisa diatasi secara maksimal, pemerintah mendeklarasikan sebuah konsep kebiasaan baru yang mana masyarakat bisa kembali menjalankan aktifitasnya sebagaimana biasanya. Namun hal ini, pemerintah menekankan agar masyarakat di tengah-tengah aktifitasnya itu tetap mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi ini. Pemerintah menyebutnya dengan istilah “new normal”. Ya meski istilah ini bukan ide murni dari Indonesia sendiri. Dimodifikasi biar seolah-olah ide murni.

Apakah new normal ini merupakan jalan keluar terbaik mengatasi pandemi? Atau malah menjadi kesalahan terfatal suatu Negara? Karena kalau langkah ini mau diterapakan tentu mempunyai beberapa syarat dan kapan suatu Negara atau suatu wilayah dapat menerapkan kebijakan ini. Seperti yang dikemukakakn oleh ahli epidemiologi dari UI, dia menyatakan bahwa suatu Negara dapat menerapkan new normal dengan syarat yaitu:

Kondisi epidemiologi menurun (seperti korban meninggal, pasien dalam pengawasan (PDP), ODP, dan lain semacamnya, itu statistiknya harus menurun). Syarat yang kedua yaitu fasilitas kesehatan yang memadai, contoh kecilnya adalah tenaga kesehatan menyediakan fasilitas khusus pasien covid dan non-covid. Dan syarat yang ketiga adalah akses test covid yang memadai dan mudah diakses. Menurut WHO, syarat suatu Negara boleh menerapkan new normal ini adalah Negara yang sudah biasa mengendalikan covid tersebut. Ya maksudnya adalah seperti yang sudah dijabarkan oleh pakar di atas.

Sebelum Negara bisa memasuki tahap new normal ini sebenarnya ada hal yang harus mereka lalui. Tahap tersebut adalah mereka sudah mengetahui virus terebut, kenal dengan virus tersebut, mulai dari karakteristiknya, ini merupakan virus yang bagaimana dan seterusnya. Karena jika ini tidak, maka akan terlihat lucu sekali. Mereka tidak tahu makhluk apa yang mereka hadapi tapi mereka sudah menentukan cara melawannya. Kan lucu.

Dan berdasarkan beberapa referensi, virus ini ternyata memiliki beberapa varian. Seperti virus yang menyebar di amerika itu beda dengan virus yang menyebar di wuhan. Dan ada juga yang berpendapat bahwa ada covid yang tidak tahan dengan iklim panas. Contoh kasusnya adalah adik dari via vallen, dia ditest menggunakan rapid test hasilnya negatif. Tapi, setelah ditest menggunakan Swab Test dia positif. Gampangnya, beda virus beda juga obatnya kang. Jika Negara ini hanya taqlid buta kepada WHO, apakah Indonesia bisa bertahan?

Meskipun WHO merupakan organisasi kesehatan “dunia”, tapi mereka tidak akan mungkin bisa mengidentifikasi covid yang tersebar di seluruh dunia dalam waktu singkat. Toh mereka saat ini juga sedang kewalahan. Karena virus itu makhluk hidup juga, jadi virus tersebut dapat beradaptasi terhadap keadaan. Jadi apakah langkah berkiblat kepada WHO adalah hal yang tepat? Dalam beberapa kasus mungkin iya. Tapi dalam situasi seperti ini seharusnya Negara ini mandiri.

Ingat, kita punya banyak ilmuan handal dalam bidang ini. Mustahil mereka sudah makan dunia per-virus-an puluhan tahun tapi tidak bisa menganalisis covid ini. Entah negara tidak percaya sama ilmuan ini atau mungkin ada faktor lain, entahlah. Kalau kita hanya menunggu keputusan WHO (yang kita juga tidak tahu apakah wabah ini memang direncanakan mereka atau tidak) maka jangan harap Negara ini bisa cepat melewati pandemi ini, apalagi menjadi Negara yang mandiri, mimpi!

Kembali ke topik, apakah new normal adalah solusi terbaik? Jawabannya iya, dan memang harus. Tapi kapan? Ini perlu kajian mendalam, seperti yang sudah dibahas di atas. Dan jika tidak, maka bersiaplah terhadap serangan covid gelombang kedua. Langkah ini justru akan memperburuk keadaan. Ancaman benar-benar akan terjadi jika Negara ternyata memang salah perhitungan. Ini akan menjadi awal dari bencana yang sebenarnya.

Jadi teruntuk jajaran pemerintahan yang terhormat, tolong dikaji terlebih dahulu, apakah langkah ini benar-benar tepat dan sudah dilihat dari berbagai sudut pandang? Karena “New Normal” yang sebenarnya adalah ketika sesorang kembali produktif dan aman dari ancaman covid.

komentar

Related Posts